Pimpinan MPR dan DPR Nilai Kapolri Serius Usut Kasus Brigadir J

MUS • Friday, 5 Aug 2022 - 16:28 WIB

Jakarta - Pimpinan MPR RI menilai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sangat tegas dan profesional dalam menangani kasus kematian Brigadir J. 

Hal ini ditunjukkan diperiksanya 25 personel polisi yang diduga tidak profesional dalam olah TKP. Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid berharap kasus tersebut tuntas dengan rasa keadilan.

"Hemat kami Kapolri sangat serius dan tegas menangani kasus ini sesuai perintah Presiden dan profesionalitas Polri," kata Politisi PKB ini, Jumat 5 Agustus 2022.

Jazilul kemudian mendukung Kapolri untuk menuntaskan kasus tewasnya Brigadir J dengan mengedepankan langkah-langkah yang terukur. Dia juga berharap keadilan dalam kasus tersebut.

"Kami dukung dan berikan kepercayaan penuh kepada Kapolri untuk menuntaskan kasus ini dengan langkah yang adil dan terukur," jelas Waketum PKB itu.

Lebih lanjut, Jazilul mengimbau kepada semua pihak untuk tidak memberi spekulasi opini yang dapat memperkeruh kasus Brigadir J. "Hindari spekulasi dan opini yang dapat memperkeruh penuntasan kasus ini," ujarnya.

Kapolri sebelumnya menindak 25 personel polisi yang diduga menghambat penyidikan kasus Brigadir J. Kapolri juga sudah memutasi sejumlah perwira lewat TR 1628/VIII/KEP/2022/4 Agustus 2022.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni juga mengungkapkan rasa salut atas keseriusan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mengusut tuntas kasus kematian Brigadir J. Ketegasan Kapolri dalam mengusut kasus ini diapresiasi masyarakat.

Kapolri menyatakan, terdapat 25 personel Polri yang tidak profesional dalam penanganan TKP seperti upaya menghilangkan barang bukti. Mereka pun saat ini sedang diperiksa terkait pelanggaran kode etik.

"Saya pribadi salut atas sikap Pak Kapolri yang dengan tegas dan tak ragu mengungkapkan perkara yang tentunya sedang ditunggu-tunggu Publik. Saya harap perkara ini cepat selesai dan tidak ada lagi berita yang beredar dengan analisa berbeda-beda," ujar Sahroni, Jumat (5/8/2022).

Selain itu, Sahroni menilai, Kapolri menunjukkan keseriusannya dengan melakukan mutasi 15 pati dan pamen, termasuk mencopot Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam Polri.

"Saya melihat ini adalah bentuk keseriusan dan transparansi yang profesional dari polisi,” ujarnya.

Sahroni menambahkan, hal ini juga merupakan bentuk transparansi Kapolri dalam menguak kasus Brigadir J. Transparansi tersebut diharapkan dapat meredam narasi-narasi liar yang beredar di masyarakat.

"Masyarakat bisa mengikuti prosesnya mulai dari berbagai pemanggilan, olah TKP, hingga status tersangka yang akhirnya sampai ke publik. Saya berharap kasus pembunuhan terhadap Brigadir J cepat selesai,” pungkasnya.