
Jakarta - Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid, bersama Wakil Ketua MPR RI lainnya Fadel Muhammad kembali bertemu dengan Syaikh Abdullah ibn Muhammad Al ash-Sheikh selaku Ketua Majelis Syura Arab Saudi, di Kantor Majelis Syura Arab Saudi, Riyadh, Selasa (19/07/2022) waktu setempat.
Kehadiran Hidayat yang diamanahkan sebagai ketua delegasi bersama Fadel Muhammad merupakan utusan resmi MPR RI untuk menindaklanjuti hasil pertemuan sebelumnya antara Ketua MPR RI beserta sejumlah pimpinan MPR lainnya dengan Ketua Majelis Syura Arab Saudi pada Desember 2019,untuk merealisasikan usulan inisiatif dari MPR RI terkait pembentukan Forum Majelis Syura atau MPR se-Dunia, dimulai dengan pembentukan forum tersebut di lingkungan PUIC, Parlemen-Parlemen negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI).
Di sisi lain, kunjungan ke Arab Saudi kali ini merupakan kelanjutan diplomasi Parlemen yang sehari sebelumnya dilaksanakan oleh Delegasi MPR RI di Maroko bersama Ketua Majlis Al-Nuwwab (setara DPR RI) dan Wakil Ketua Majlis Al- Mustasyarin (setara MPR RI).
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Mishaal bin Fahm Al-Sulami selaku Wakil Ketua Majelis Syura Arab Saudi, Hanan bint Abdurrahim Al-Ahmadi selaku Asisten Ketua Majelis Syura Arab Saudi, Muhammad bin Dakhil Al-Mutairi selaku Sekretaris Jenderal Majelis Syura Arab Saudi, serta Ahmad Al-Mahmadi, Iman Al-Jibrin, Saleh Al-Nuzha, Tariq Al-Shimri, Ali Al-Ali, dan Muhammad Al-Humaidhi, selaku para Anggota Komite Kerjasama Parlementer Arab Saudi-Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Hidayat yang akrab dipanggil HNW menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari ketua Majelis Syura Arab Saudi serta atas jalinan kerjasama yang sudah dilakukan selama ini.
Pembahasan utama yang disampaikan HNW di hadapan ketua dan para pimpinan Majelis Syura Arab Saudi ialah bagaimana tindak lanjut dan realisasi usulan pembentukan Forum Majelis Syura atau Forum MPR sedunia beserta tanggapan positif parlemen dari negara-negara sahabat Indonesia atas ide tersebut, seperti dukungan dari Majlis Al-Mustasyarin (setara MPRRI), dan Majlis Al-Nuwwab (setara DPR RI), maupun para pimpinan parlemen dari sejumlah negara lainnya.
HNW menyebutkan bahwa faktor penting pembentukan Forum Majelis Syura atau Forum MPR sedunia di antaranya adalah konsolidasi anggota maupun lembaga-lembaga MPR maupun yang sejenisnya yang belum terakomodasi dalam berbagai organisasi keparlemenan seperti IPU, PUIC, dan lain-lainnya, agar bisa bersama dengan lembaga-lembaga global dan regional yang sudah ada, atau juga untuk menghadirkan forum agar lembaga-lembaga MPR dan sejenisnya dapat menguatkan forum-forum yang ada.
“Selain itu juga agar MPR dan lembaga sejenis makin berkontribusi untuk peradaban dan perdamaian dunia, demokrasi, dan kemaslahatan lainnya, dengan saling bertemu serta berbagi pengalaman dan kepedulian,” jelas HNW.
Sebagaimana dalam pertemuan awal pada tahun 2019, Ketua Majelis Syura Arab Saudi menyampaikan apresiasi atas inisiatif MPR RI dan kembali menyatakan dukungannya.
“Bahkan kali ini beliau lebih kongkret menyampaikan bahwa beliau dan delegasi Majelis Syura Saudi akan menghadiri prosesi deklarasi pembentukan forum ini sebagaimana diusulkan oleh MPR, yaitu pada akhir Oktober 2022,” ungkap HNW.
Disamping itu pertemuan tersebut juga mendiskusikan faktor-faktor yang bisa menyukseskan pembentukan forum, dengan fokus pada komitmen perjuangkan kemaslahatan bersama juga yang terkait dengan masalah kontribusi peradaban, kemanusiaan, dan perdamaian, serta saling menguatkan forum-forum keparlemenan yang sudah ada maupun antar lembaga majelis syura dan majelis-majelis sejenis.
“Semua upaya tersebut agar tetap menghindari hal-hal yang bisa memecah dan atau membuat masalah, ataupun menihilkan forum-forum yang sudah ada,” pungkasnya.
Delegasi MPR Indonesia, imbuh HNW, menyambut baik masukan positif dari ketua dan pimpinan Majelis Syura Saudi. Apalagi dengan pernyataan kesiapan Beliau untuk menyukseskan pembentukan forum ini dengan mengkomunikasikannya ke parlemen-parlemen di negara teluk dan lainnya.
“Sudah adanya Liga dan Lembaga yang mewadahi Majelis Tinggi, Majelis Syura, Senat, dan majelis-majelis sejenis di Negara-Negara Arab dan Afrika, bisa menjadi rujukan dan bukti pentingnya pembentukan forum Majelis Syura atau MPR di tingkat OKI, bahkan bila disepakati bisa ditingkatkan hingga tingkat IPU. Dan semoga prakarsa MPR RI yang merupakan pengamalan atas pembukaan UUD NRI 1945 yang mendapatkan sambutan positif dari berbagai duta besar Negara-Negara anggota OKI di Jakarta, akan menambahkan kontribusi positif Indonesia untuk kemaslahatan dan kebaikan parlemen-parlemen dari kawasan Afrika dan negara Arab, meluas ke anggota PUIC (OKI), bahkan ke seluruh negara-negara di dunia (IPU),” pungkas HNW.