.jpg)
Genre: Noir, Superhero, Action
Sutradara: Matt Reeves
Pemeran: Robert Pattinson, Zoe Kravitz, Paul Dano, Andy Serkis, Jeffrey Wright, Colin Farrell, John Turturro
Durasi:176 Menit
Distributor: Warner Bros. Pictures
Mulai Tayang di Bioskop Indonesia: 2 Maret 2022
Selama dua tahun terakhir, Bruce Wayne (Robert Pattinson) telah menyerahkan hidupnya untuk melindungi Gotham, malamnya ia gunakan untuk berpatroli di jalanan Gotham yang penuh kejahatan. Selama dua tahun itu ia bekerjasama dengan seorang Komisaris Polisi, James Gordon (Jeffrey Wright) untuk saling berkirim sinyal yang akan bersinar di langit dengan simbol kelelawar (Batsignal) yang menandakan bahwa kejahatan sedang terjadi.
Batman dalam The Batman digambarkan sebagai sosok yang aneh, bahkan polisi setempat meragukan apa yang dilakukan Batman adalah untuk membasmi kejahatan di dalam kota. Mereka menaruh curiga pada Batman yang ia anggap sebagai Vigilante karena mengenakan kostum makhluk nocturnal, berkeliaran serta terhubung dengan berbagai kejahatan yang terjadi.
Dua tahun beraksi, Bruce Wayne sebagai Batman telah berhasil menebar teror di kota metropolitan Gotham, semua kalangan mengenal dirinya, menakutinya hingga pada titik para penjahat lebih takut melihat Batsignal dibanding mendengar suara sirine polisi. Saat Batsignal bersinar di atas langit, mereka pikir Batman bisa muncul kapanpun dari balik kegelapan kota untuk menghabisi mereka.
Suara berat derap langkah Batman saat berjalan menjadi sangat ikonik dan terbilang jenius, bak pangeran kematian yang akan melenyapkan kejahatan, main hakim sendiri untuk membalas dendam, Batman menyebut dirinya sebagai "PEMBALASAN” yang lambat laun ia sadari, justru menjadi awal mula semua masalah kejahatan berat lain di Kota Gotham.
= BABAK BARU DARI KISAH BRUCE WAYNE =
The Batman adalah babak baru dari kisah Bruce Wayne versi Robert Pattinson yang sebelumnya diperankan sederet aktor seperti Adam West, Val Kilmer, Michael Keaton, Christian Bale dan Ben Affleck. Pada The Batman, Reeves membuat Bruce Wayne tidak lagi mencerminkan sebagai anggota keluarga Wayne yang bergelimang harta, “Ibarat bintang rock, perbedaannya adalah Bruce Wayne tidak manggung untuk bernyanyi. Melainkan terobsesi menjadi Batman.” ungkap Matt Reeves.
Bruce yang kaya raya tapi tak bahagia menguarkan nuansa suram, dia tak punya keluarga atau sahabat, tak juga berusaha bersosialisasi dengan orang lain. Semangatnya hanya membara ketika mengenakan topeng dan jubah Batman. Intensitas Batman yang lebih terlihat manusiawi berhasil diwujudkan oleh Robert Pattinson di The Batman, Bruce Wayne bukan lagi casanova kaya playboy yang mudah bergaul dengan siapa saja, Bruce dalam The Batman benar-benar penyendiri saat topeng dan jubahnya dilepas.
Film berdurasi hampir tiga jam ini dibuka dengan suasana malam Halloween di Kota Gotham, ketika semua orang memakai kostum dan berkeliaran meminta permen, maka pembunuh yang sebenarnya tidak terlihat, ada seorang pembunuh bertopeng yang menggunakan trik untuk membunuh target incarannya. Dan di sinilah, The Riddler (Paul Dano) melancarkan aksinya untuk membunuh Calon Walikota Gotham, Don Mitchell Jr. yang ditemukan tewas dengan ibu jari buntung dan wajah tertutup penuh dengan lakban. Di wajahnya tertulis “No More Lies” serta terdapat secarik surat cinta yang ditujukkan untuk Batman, berisi teka-teki petunjuk mengenai siapa sosok dibalik Riddler.
Tak butuh waktu lama, teka-teki yang
ditinggalkan Riddler berhasil Batman pecahkan dan mengantarkan manusia kelelawar pada penyelidikan yang lebih besar yakni proyek korupsi yang dikelola para pejabat dan gangster Kota Gotham. Ini juga diperkuat dengan serangkaian pembunuhan yang dilakukan Riddler, karena Mitchell bukan yang terakhir, ia juga membunuh beberapa pejabat lain yang terkait dalam proyek korupsi tersebut.
= DETEKTIF TERHEBAT DI DUNIA =
Dari alur cerita, jelas apa yang dikatakan Matt Reeves bahwa ia mencoba menghadirkan sosok Batman sebagai seorang detektif terhebat di dunia. Penonton diajak untuk melihat bagaimana Batman mengungkap serangkaian pembunuhan hanya dengan sebuah petunjuk teka-teki cerdas nan membingungkan yang Riddler buat. Genre Noir sangat menonjol saat Batman tidak hanya menghajar para penjahat, namun juga mengintrogasi mereka untuk menemukan informasi dan menyusun serangkaian hipotesa yang sudah ia miliki hingga mengantarkannya ke berbagai temuan yang lebih mengejutkan.
Bruce Wayne mulai meragukan dirinya sendiri, serta kisah dibalik kematian kedua orang tuanya saat teka-teki mulai berhasil ia pecahkan. Pernyataan dari Carmine Falcone (John Turturro) menambah kekalutan yang ia rasakan, ia mulai goyah sampai tahap meragukan apa yang sedang ia lakukan adalah hal yang benar.
Namun Alfred Pennyworth (Andy Serkis), sosok pelayan setia, teman sekaligus ayah yang selalu ada dalam hidupnya membuat Bruce kembali memilih mempercayai kedua orang tuanya dan bangkit mencegah pembunuhan terjadi lagi.
Uniknya, bumbu romatisme yang ada antara Batman dan Selina Kyle (Zoe Kravitz) menambah rasa tegang sekaligus geregetan saat ditonton. Love-line yang ditujukkan memang tidak sebanyak apa yang diharapkan fans, namun interaksi serta chemistry keduanya saat berduet melawan penjahat benar-benar tidak bisa diabaikan. Selina Kyle tidak hanya cantik dan terlihat berbahaya, Zoe Kravitz berhasil membawakan karakter Cat Woman yang lebih hidup dan menarik, serta berbeda dengan kepahitan masa lalu yang menimpanya.
Ibarat remaja, dalam The Batman, Bruce digambarkan sebagai sosok yang sedang mencari jati diri. Seperti yang dijelaskan Matt Reeves, “Anda memiliki seorang pria yang pada akhirnya mungkin berpikir dia menguasai dirinya sendiri, tetapi pada akhirnya mencoba menemukan makna dalam kehidupannya setelah kematian yang menimpa keluarganya. Setelah ia memutuskan untuk menutupi dirinya sendiri dan mengejar bayangan, kompleksitas itu benar-benar unik bagi Batman.”
Robert berhasil memerankan Bruce Wayne sebagai seorang pria yang ada di ujung keputusasaan, ia tidak melihat harapan bagi kota dan penduduknya, ia hanya mencari alasan untuk menyerang, membabi buta menghajar para begundal di tengah malam sampai akhirnya sadar bahwa mungkin apa yang ia lakukan adalah sumber kejahatan baru bagi Gotham.
Tidak ada makhluk sejenis alien atau monster di The Batman. Rasanya semua kegelapan, korupsi dan kejahatan yang terjadi di Gotham benar-benar ada dan juga terjadi di dunia yang kita tinggali. Teknologi yang digunakan dalam The Batman juga tidak secanggih dalam film terdahulu, aksi laga yang natural, dengan bunyi hentakan pukulan saat Batman berduel dengan para penjahat menimbulkan kesan maskulin yang menyenangkan, membuat penonton menyadari bahwa ada sosok Bruce Wayne, si penyendiri dibalik Batsuit hitam itu.
Tak terasa sudah delapan dekade, The Batman sudah menjadi sosok yang dicintai oleh penggemar dan telah menghasilkan koleksi Super-Villains paling ikonik di semua komik, memiliki jutaan penggemar serta sejumlah tokoh pendukung lain yang mungkin juga menempati posisi istimewa di hati Fandom.
The Batman 2022 akan membawa penonton mundur ke masa ketika Bruce Wayne baru dua tahun beraksi menjadi manusia kelelawar untuk membasmi kejahatan di Kota Gotham, berburu untuk menghabisi kriminal kelas teri sampai ia menemukan fakta mengejutkan yang mengubah keseluruhan wajah Gotham dan hidupnya. Setelah sejumlah penundaan akibat pandemi, The Batman akhirnya bisa kalian tonton mulai 2 Maret 2022 di berbagai bioskop kesayangan anda. (AYN)