
Jakarta - Kepala PKPPIM, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Dian Lestari memaparkan manfaat dan makna yang dirasakan Indonesia sebagai Presidensi G20 pada tahun 2022 mendatang.
Indonesia sebagai negara emerging dan negara terbesar di ASEAN dinilai sebagai negara yang memiliki perekonomian dan sistem politik yang stabil, sehingga mampu menjadi pemimpin dan membentuk kebijakan-kebijakan yang pengaruhnya luar biasa ke seluruh dunia.
Terpilihnya Indonesia sebagai pemegang Presidensi G20, memiliki nilai strategis bagi pemulihan ekonomi dan pencapaian Indonesia maju, apabila mampu mengkapitalisasi peluang dan tantangan dengan kemanfaatan optimal bagi kepentingan Indonesia.
“Posisi ini menjadikan Indonesia sebagai pemimpin terhadap forum yang mewakili kekuatan ekonomi dunia yang akan menjadikan kontribusi terhadap dunia, karena kita akan menavigasi arah ekonomi dunia kearah yang lebih baik,” ucap Dian kepada Radio MNC Trijaya dalam program Trijaya Hot Topic petang, Jumat (11/2/2022).
Agenda prioritas yang dipilih oleh Indonesia saat menjadi Presidensi G20 kali ini diantaranya; exit strategy yang di mana akan memulihkan perekonomian di seluruhegara, mengatasi efek torehan dari dampak pandemi Covid-19, membangun sistem pembayaran sesuai dengan era digitalisasi, mendorong keuangan berkelanjutan, mendorong inklusi keuangan yang akan memanfaatkan era digitalisasi, hingga perpajakan internasional.
“Pemulihan ekonomi global ini harus dilakukan secara bersama sama dengan negara lain, dan diobservasi secara bersamaan,” pungkas Dian.
Presidensi G20 ini akan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dengan cara, mendorong hal-hal yang sedang dilakukan oleh pemerintah di Indonesia, pembiayaan pembangunan infrasturktur di Indonesia, sustainable finance, dan juga akan mempromosikan apa saja yang dimiliki oleh Indonesia. (Ris)