
Jakarta - Generasi muda punya cara tersendiri dalam gotong royong, salah satunya dengan berkolaborasi. Dalam Pandemi Covid-19, semangat gotong royong telah diimplementasikan oleh masyarakat. Fakta menarik, Indonesia dinobatkan menjadi negara paling dermawan no 1. Hal ini diberikan oleh World Giving Index yang dipublikasi oleh Charities Aid Foundation (CAF).
“Semangat kita untuk membantu sesama sangatlah besar dan sebagai generasi muda kita harus melanjutkan semangat ini,” kata Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin, dalam program spesial "31 Tokoh Muda Trijaya" dalam rangka 31 Tahun Radio Trijaya - Seraya Menyeraya, Rabu (1/8/2021).
Semangat gotong royong yang telah menjadi identitas Indonesia harus dilanjutkan oleh generasi muda. Bukan hanya dari segi sosial saja tetapi juga segi ekonomi. Menurut Puteri, bisnis yang berlangsung di era sekarang melihat persaingan bukan sebagai perhatian utama lagi, tetapi bagaimana bisnis dapat menjadi sukses karena adanya kolaborasi.
“Kolaborasi merupakan wujud semangat bergotong royong yang hasilnya akan menjadi dampak positif terhadap bangsa dan negara,” ucap Puteri.
Pandemi Covid-19 telah membuat generasi muda mampu beradaptasi dengan lingkungan dan kondisi yang bisa dikatakan tidak pernah dilalui oleh generasi sebelumnya. Namun peran generasi muda sangat membantu dalam menangani Covid-19. Meskipun penanganan terhadap pandemi ini sudah lebih baik dari sebelumnya, tetapi masih banyak masyarakat yang percaya dengan berita bohong.
“Ini saatnya kita mengingatkan satu dengan yang lain. Salin mengingatkan menjadi sangat penting,” tegas Puteri yang juga anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI.
Generasi muda diharapkan lebih siap untuk menghadapi segala tantangan yang ada, karena pada masa depan yang menjadi tantangan generasi muda bukan hanya perubahan iklim melainkan gempuran pesatnya transformasi, dan digitalisasi yang akan menjadi bagian dari megatrend di tahun 2045.
“Kemampuan beradaptasi menjadi sangat penting untuk kedepannya, dengan adanya perubahan kurikulum harus bisa digunakan untuk mengasah critical thinking kita,” jelas Puteri yang pernah menjadi Ketua Delegasi Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemuda G20 atau Y20 Summit 2021 Italia, Juli 2021.
Sampai saat ini pemerintah juga sedang menjalankan program untuk berkolaborasi dengan perusahaan rintisan. Hal ini dilakukan agar perusahaan-perusahaan startup mampu berkembang lebih besar dan mengambil segmen yang mungkin saat ini masih di ambil luar negeri. “Kita harus jadi 'hero' di negara kita sendiri,” tutup Puteri. (GRA)