
Jakarta - Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina Pane, memberikan catatan kritis terhadap pengendalian mobilitas warga selama PPKM darurat Jawa Bali.
Masdalina menilai selama ini pemerintah terlalu fokus melakukan penyekatan pada pergerakan lintas perbatasan.
"Banyak penyekatan untuk mobilisasi antar wilayah, seperti aglomerasi Jabodetabek. Sementara di perkampungan, komplek perumahan atau di pasar masih tetap terjadi mobilisasi," kata Masdalina dalam program Trijaya Hot Topic Pagi, Rabu (14/7/2021).
Masdalina mengaku, ada upaya pengetatan dan pengurangan mobilitas, misalnya dengan membatasi jam operasional restoran hingga pukul 20.00 WIB. Tapi ia mengingatkan, pembatasan jam operasional kurang efektif karena virus tak kenal jam malam.
"Virus itu tidak kenal waktu khusus untuk transmisi. Dia bisa melakukan transmisi kapan saja, kita tidak bisa bernegosiasi," tegasnya.
Jika pemerintah tidak ingin melakukan lockdown dalam skala besar, ia menyarankan untuk menerapkan lockdown skala kecil, misalnya dari tingkat RT atau RW
"Tapi harus benar-benar lockdown. Orang diam di rumah, tidak boleh keluar masuk tapi logistiknya dipenuhi. Itu sebenarnya prinsip dasar PPKM mikro yang kita buat dulu," pungkasnya.