
Jakarta – Membludaknya jumlah pasien di rumah sakit membuat tenaga medis makin kewalahan. Untuk mengatasinya, tenaga kesehatan memiliki standar operasional sendiri, yaitu dengan cara triase atau memilah pasien yang harus diutamakan dalam penanganan medis.
“Memilah pasien ini yang diajarkan semua dokter, terutama di UGD. Pasien yang diprioritaskan memang yang mengancam jiwa. Bukan penilaian subyekif, tapi kita melihat airway, sirkulasi pernapasan, dan problem pernapasan,” jelas dr. Adib Khumaidi, Ketua Tim Mitigasi IDI, pada Trijaya Hot Topic Pagi, Kamis (8/7/2021).
Adib menganjurkan pasien yang bergejala ringan dan sedang untuk dirawat di rumah atau shelter-shelter yang berada dekat tempat tingga. Karena tidak semua pasien dapat dirawat di rumah sakit, mengingat penuhnya Bed Occupancy Rate.
Lonjakan kasus membuat banyak pasien yang membutuhkan pertolongan dari tenaga kesehatan, akibatnya resiko tenaga kesehatan terpapar virus menjadi semakin tinggi. Tercatat sudah lebih dari 400 dokter yang gugur dan lebih dari 20% perawat terpapar.
“Lonjakan kasus mengakibatkan resiko tenaga kesehatan terpapar virus menjadi tinggi. Tercatat per 5 juli sudah ada 434 tenaga kesehatan yang gugur. Ini merupakan kondisi yang sangat luar biasa,” ungkap Adib.
Banyaknya tenaga kesehatan yang gugur dan terpapar Covid-19 mengakibatkan berkurangnya tenaga kesehatan, sedangkan pasien terus bertambah. Harif Fadhillah, Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia, menjelaskan akan segera mendapatkan bantuan dari para relawan Covid-19.
“Secara kumulatif saya belum mendapatkan angkanya. Relawan itu kan dibagi dua nantinya ada relawan daerah dan pusat. Untuk yang daerah itu perhitungannya oleh Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota, sedangkan untuk pusat sudah ada kebutuhan sebanyak 3.495 perawat, namun baru 750 yang sudah direkrut oleh Kementerian Kesehatan,” kata Harif
Mayoritas relawan merupakan lulusan baru dari Institusi Pendidikan Keperawatan di Indonesia. Namun ada beberapa relawan berasal dari perawat yang sudah bekerja. Para relawan ini nantinya akan diberikan materi pembelajaran Covid-19 melalui daily zoominar, berupa pencegahan dan pengendalian infeksi, pengelolaan pasien Covid-19 dan masih banyak lagi.
Harif juga meminta pemerintah memperhatikan kondisi mental para tenaga kesehatan. Bagi sesama rekan sejawat tenaga medis perlu bergandengan tangan untuk saling menguatkan dan memperhatikan sesama anggota. “Mari kita saling dukung, empati, dan memperhatikan sesama anggota,” imbau Arif