Kasus Positif Terus Cetak Rekor, Epidemiolog : Belum Mencerminkan Angka Sebenarnya

MUS • Wednesday, 7 Jul 2021 - 19:52 WIB

Jakarta – Penyebarluasan covid-19 di Indonesia makin mencemaskan. Tercatat pada Rabu (7/7) kasus positif harian menyentuh angka 34.000 dan diperkirakan akan terus bertambah.

Namun data kasus terkonfirmasi Covid-19 masih jauh jika dibandingkan dengan apa yang terjadi di lapangan, karena banyak kasus yang diduga tidak masuk ke dalam data Satgas Covid-19.

“Jumlah terpapar itu hanya yang terkonfirmasi positif melalui pengecekan PCR. Sedangkan pelaporan yang tes antigen belum dilakukan. Kalau itu dilaporkan luar biasa angka kasusnya akan jadi banyak sekali,” ungkap Tri Yunis Miko Wahyono, epidemiolog UI, pada Trijaya Hot Topic Pagi, Rabu (7/7/2021).

Menurut Tri Yunis, varian yang masih mendominasi di Indonesia adalah varian delta. Diduga varian ini yang menyebabkan angka kasus covid-19 terus meningkat, baik di Indonesia maupun seluruh dunia. 

Jika Kabupaten atau Kota mengalami peningkatan kasus, sebaiknya pemerintah daerah memperketat penerapan PPKM darurat. Selain itu pemerintah pusat juga wajib melakukan pemantauan terhadap fasilitas kesehatan yang ada. 

“Pemerintah harus memberikan pelayanan darurat, misalnya menyiapkan tenda-tenda darurat untuk pelayanan kesehatan. Agar fokus, bukan (isolasi) di rumah yang berpotensi menularkan tetangga atau keluarga,” katanya lagi. 

Angka kasus yang luar biasa tinggi mengharuskan setiap elemen masyarakat patuh pada aturan PPKM darurat, terutama perusahaan. 

“Pemerintah harus secepatnya memberi bantuan agar masyarakat yang nakal ini tidak keluar rumah, sebenernya yang nakal-nakal itu kan keluar rumah untuk mencari makan. Masyarakat juga harus patuh karena status Indonesia sudah kritis,” imbau Tri Yunis. (Ann)