Kebijakan Tangani Covid-19 tak Konsisten, Alissa Wahid Gaungkan Petisi Online 

MUS • Friday, 2 Jul 2021 - 15:31 WIB

Jakarta – Tidak konsistennya kebijakan penanganan covid-19 membuat geram banyak pihak, termasuk Alissa Wahid. Putri mantan Presiden keempat Abdurrahman Wahid ini membuat petisi online, yang sudah ditandatangani 2.000 orang. Petisi itu berisi desakan kepada pemerintah agar mengambil tindakan yang lebih lugas, tegas dan konsisten.

“Saya melihat sendiri kondisi di lapangan sangat menyedihkan. Banyak tenaga kesehatan, relawan bahkan penggali kubur kelelahan. Akhirnya dibantu dengan beberapa pihak kami menggaungkan petisi tarik rem darurat, petisi bukan berisi kebijakan apa yang harus dilakukan tapi tentang konsistensi penerapannya,” jelas Alissa Wahid, Penggagas Petisi Tarik Rem Darurat, dalam program Trijaya Hot Topic Pagi, Jumat (02/07/2021)

Tidak konsisten dan selalu ada toleransi di tiap kebijakan, membuat pandemi di Indonesia tak kunjung usai. Padahal semua perangkat pemerintah memiliki wewenang untuk melakukan pengendalian agar masyarakat tetap patuh pada aturan.

“Sebetulnya kita punya banyak perangkat. Kalau kita serius dan sigap, maka bisa itu dikendalikan. Kunci utama dari manajemen krisis itu kan pengendalia, bukan sekedar membuat aturan saja,” tegasnya.

Solusi paling ideal untuk menekan angka kasus Covid-19 di DKI Jakarta adalah lockdown total. Namun pemerintah masih mengkhawatirkan sektor ekonomi dan kompensasi untuk menjamin rakyatnya.

“Paling ideal memang lockdown total, namun penerapan lockdown total mengharuskan pemerintah untuk menjamin seluruh rakyatnya mendapat bantuan. Sebetulnya tahun lalu kan kita dapat bansos, tetapi sayangnya dikorupsi. Saya rasa ini bisa diatasi dengan bantuan masyarakat sipil yang punya rezeki lebih untuk membantu semampunya. Kalau pun itu tidak mampu, maka lakukan micro lockdown dengan komitmen yang kuat,” pungkas Alissa.