.jpg)
Jakarta – Kasus covid-19 yang terus melonjak, mendorong pemerintah untuk mempercepat vaksinasi guna menurunkan angka kasus. Pihak Bio Farma menyatakan total stok vaksin yang akan tersedia mencapai 98,2 juta dosis
“Hari ini kita kedatangan hibah dari Jepang sekitar 1 juta, ini terus datang semoga sekitar semester 2 Juli ini makin banyak vaksin yang kita datangkan. Tentu saja dengan masa kadaluarsa yang masih lama, tidak mungkin vaksin kadaluarsa diberikan pada pasien,” ungkap Bambang Heriyanto, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Bio Farma, dalam Trijaya Hot Topic Petang, Kamis (01/07/2021).
Stok vaksin dinilai cukup untuk seluruh masyarakat Indonesia, bahkan kini juga tersedia untuk anak usia 12-17 tahun. Bagi masyarakat yang 'memiliki komorbid tidak perlu khawatir untuk melakukan vaksin, selama masih bisa aktif, tidak bed rest dan dirawat di rumah sakit diperbolehkan untuk vaksin.
“Vaksin itu aman bagi yang sehat atau kormobid (penyakit penyerta yang dialami pasien). Memang vaksin tidak dapat menangkal virus 100% tapi jika seseorang yang sudah divaksin lalu tertular Covid-19, tidak memperberat sakitnya,” jelas Elizabeth Jane Soepardi, pakar imunisasi.
Sementara Prof. Zubairi Djoerban, Ketua Satgas Covid Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, mengatakan kormobid berpotensi besar tertular Covid-19. Sehingga makin cepat divaksin akan semakin baik. Sebelum melakukan vaksinasi, masyarakat diminta melakukan cek kesehatan untuk mengurangi antrian saat vaksinasi
Selain itu vaksinasi harus dilakukan secara lengkap dan menggunakan jenis yang sama. Berdasarkan uji coba yang dilakukan, BPOM melarang Indonesia untuk mencampurkan jenis vaksin.
“Vaksin harus dilakukan secara lengkap, jika tidak efeknya tetap ada namun antibodynya menurun. Vaksin lengkap itu membentuk antibody selama 6 bulan, bahkan saat ini ada usulan untuk vaksinisasi ke 3 sebagai booster. BPOM melarang mencampurkan jenis vaksin, jadi kalau vaksin yang pertama sinovac, yang kedua juga harus sama,” ungkap Jane. (Ann)