Jokowi The King of Lip Service, Analis Komunikasi: Masih Dalam Batas Wajar

MUS • Thursday, 1 Jul 2021 - 11:57 WIB

Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia membuat heboh dengan postingannya di Instagram yang mengkritik Presiden Joko Widodo. Postingan itu berisi meme yang menyebut Presiden Joko Widodo sebagai The King of Lip Service.

Postingan ini kemudian ditanggapi dengan santai oleh Presiden Jokowi. Presiden tidak mempersoalkan kritik, asal tidak menyalahi aturan dan tetap sopan.

Analis Komunikasi Universitas Paramadina, Hendri Satrio sepakat dengan pendapat Presiden. Karena apa yang diposting BEM UI merupakan hal yang wajar sebagai bukti eksistensi mahasiswa Indonesia

“Saya melihat ini masih dalam batas wajar, ya begitulah gaya mahasiswa dengan ciri khas keterbukaan, blak-blakan,” jelasnya dalam wawancara di Trijaya Hot Topic Pagi, Rabu (30/06/2021).

Namun Hendri mengingatkan, penyampaian kritik harus memperhatikan 4 hal, yaitu berbasis data yang valid, dapat membedakan opini dan karangan, menggunakan kritik untuk kebaikan dan hanya memperdebatkan isi konten. Menurut Hendri, BEM UI telah melakukan keempat hal tersebut dan tidak menyalahi aturan.

Namun banyak masyarakat beranggapan jika kritikan itu radikal dan disokong oleh pihak-pihak tertentu. Sebab ketua BEM UI ternyata memiliki latar belakang yang sama dengan salah satu tokoh besar Indonesia. 

“Mungkin mereka (masyarakat) gak tahu, padahal ada gerakan-gerakan empati dibelakang (postingan) itu. Jangan setiap ada kritikan dibilangnya langsung radikal, jangan,” kata Hendri. (Ann)