Korban Anak Terus Berjatuhan Karena Klaster Keluarga, Epidemiolog: Segera Lockdown!

MUS • Tuesday, 29 Jun 2021 - 19:17 WIB

Jakarta – Kasus terkonfirmasi positif covid-19 pada anak usia 0-18 tahun menunjukkan angka 12,5%. Artinya, satu dari tiap delapan kasus terkonfirmasi positif adalah anak-anak. Tingginya jumlah pasien anak, terjadi seiring dengan munculnya banyak klaster keluarga.

Sayangnya kasus covid-19 pada balita dan anak sering terlambat, karena banyak orang tua mengabaikan gejala awal, yang mirip influenza atau gangguan pernapasan akut.

“Sulit untuk dibedakan antara gejala influenza atau gangguan pernapasan akut dengan Covid-19. Di masa pandemi begini orang tua seharusnya berpikirannya ini covid dahulu. Kalau 1-3 hari tidak membaik seharusnya bawa ke rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk di swab. Terkadang gejalanya juga diare pada anak,” jelas Prof. Cissy Kartasasmita, Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia IDAI, dalam Trijaya Hot Topik Petang, Selasa (29/06/2021).

Apalagi hasil penelitian BPOM sudah menyimpulkan vaksin aman untuk anak 12-17 tahun.

“Kami berterima kasih telah disediakan vaksin untuk anak, vaksin ini aman dan telah melalui uji klinis. Vaksin tidak menghambat tumbuh kembang anak, justru mendukung tumbuh kembang. Tentu saja jika tidak sakit maka tumbuh kembang anak semakin baik,” ungkapnya.

Rumah Bukan Tempat yang Aman Lagi

“Saat ini penularan bukan hanya dari luar saja tetapi di dalam rumah juga. Makanya penting untuk dilakukan lockdown agar tidak ada keluarga yang keluar rumah dan menyebarkan virus ke dalam rumah,” kata Dr. Budi Laksono, Epidemiologi Universitas Diponegoro.

Dr. Budi menyarankan agar para orang tua membatasi mobilitas demi keamanan anak, serta tidak menerima tamu dan bertamu ke rumah orang lain untuk mencegah penularan virus. Setiap ada anggota keluarga yang baru pulang ke rumah wajib disemprot disinfektan.
 
“Setiap keluarga harus memiliki solusi tepat guna. Jika baru pulang dari luar dan ingin masuk rumah, semprot dulu dengan sprayer. Gunakan saja air sabun, pakai air sabun 5-10 cc yang biasa digunakan cuci piring, cuci baju, asal bukan untuk pembersih lantai. Setelah disemprot langsung pergi mandi, barulah boleh bergaul dengan anggota keluarga lainnya,” jelas Dr. Budi. (Ann)