Tanggapi Demonstran, Wali Kota Surabaya: Penyekatan di Suramadu Arahan Gubernur Jatim

MUS • Monday, 21 Jun 2021 - 14:41 WIB

Surabaya - Ratusan warga dari Madura saat ini memenuhi kawasan sekitar Balai Kota Surabaya. Mereka mendatangi Balai Kota Surabaya untuk memprotes penyekatan yang dilakukan Pemkot Surabaya di kawasan Jembatan Suramadu. 

Para warga membawa poster dan berorasi menolak penyekatan dan test swab antigen bagi warga melintas di Jembatan Suramadu.

Aksi warga Madura tersebut diwarnai dengan konvoi  kendaraan bermotor dan truk, melintas di Kawasan Jembatan Suramadu. Menerobos penyekatan di sisi Surabaya. Para petugas keamanan pun membiarkan ratusan kendaraan yang melintas di kawasan Suramadu. Bahkan para petugas kesehatan yang melalukan test lari pontang panting menghidari konvoi tersebut, sembari menyelamatkan alat kesehatan dan perlengkapan test antigen. 

Sesampai di Surabaya mereka tertahan di depan pintu gerbang balaikota. Mereka pun berteriak minta dipertemukn dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk meminta Wali Kota mencabut aturan penyekatan dan test antigen di Suramadu sisi Surabaya.

Menanggapi hal tersebut, Eri Cahyadi Walikota Surabaya menegaskan bahwa apa yang dilakukan atas arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk penanganan covid 19 di wilayah Bangkalan dan Surabaya yang disampaikan Gubernur Khofifah pada 17 Juni 2021.

"Kebijakan ini kan atas arahan Gubernur Khofifah, saya hanya ikut beliau saja. Beliau yang menentukan dan saya hanya menjalankan arahan untuk pemutusan covid 19," ujar Eri Cahyadi.

Dalam demo tersebut, warga Madura menyampaikan tiga tuntutan, yaitu menghentikan penyekatan, mencabut test cepat antigen untuk warga yang melintas di Suramadu dan dialihkan ke tempat hiburan atau kerumunan lain di Kota Surabaya serta  minta Walikota Surabaya meminta maaf pada Warga Madura. (Her)