.jpg)
Kendari - Virus TikTok tidak hanya mewabah di kalangan milenial, tapi menular sampai istri gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali mazi, Agista Ariany yang viral di media sosial akhir-akhir ini dan menjadi perbincangan hangat di Media sosial.
Agista Ariani menanggapi dengan santai tentang vidionya yang viral belakangan ini. "Lah itu benar kebebasan berekspresi asal tidak menyalahi aturan dan melanggar norma masak harus di larang nanti kita akan lebih ketinggalan zaman akan kembali ke zaman batu, dan juga tidak merugikan orang lain dan merugikan negara," ucap Agista Ariany kepada MNC Trijaya.
Sementara itu tokoh muda Sultra, Aldo zhafar menilai goyang tik tok istri gubernur Sultra seharusnya tidak dipersoalkan dan dilebih-lebihkan, sebab menjadi bagian dari berekspresi yang merupakan hak setiap warga negara.
"Selain dari pada itu, selagi Ibu Agista tidak melanggar Aturan perundang-undangan yang ada, saya pikir tidak ada yang perlu dipersoalan", ungkap Aldo.
Aldo juga menambahkan, pejabat publik yang melakukan gerakan tiktok adalah bukan hal baru di Indonesia, sebab sebelumnya banyak pejabat yang melakukanya diantaranya Gubernur Jawa tengah, Gubernur Jawa Barat dan Gubernur DKI Jakarta.
"Bahkan mereka melakukan gerakan tiktok melalui acara televisi (kompas tv) yang ditonton jutaaan manusia di Indonesia," Sebut Aldo.
Terkait adanya sorotan AP2 Sultra dan Muhamad karunia Djafar terhadap kadis Kominfo dan Agista, Aldo mengatakan itu adalah hal yang sangat konyol.
Sebab pernyataan mereka melalui media hanya mencari sensasi dan menunjukan sifat gila urusan.
Bagaimana tidak, mereka menghubungkan Vidio tiktok dengan kasus yang beredar akhir-akhir ini soal dugaan kasus korupsi pengadaan perahu. "Dimana sinkronnya?" ungkap Aldo dengan nada keheranan.
Diketahui sejumlah pejabat negara selain Gubernur yang pernah bermain tik tok diantaranya Mantan Wapres JUsuf Kalla dan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. (HenQ)