.jpg)
Jakarta – Angka kasus Covid-19 yang terus meningkat, membuat Indonesia berstatus siaga 1. Tenaga kesehatan semakin berkurang dan kelelahan karena lonjakan pasien di rumah sakit. Di beberapa wilayah seperti Kudus, Bangkalan, Bandung Raya dan Jakarta, keterisian rumah sakit sudah di atas 80%.
“Beban tenaga kerja kesehatan sudah meningkat. Tingginya kasus di Kudus menyebabkan kurangnya tenaga kesehatan. Namun saat ini sudah mendapat bantuan tenaga kesehatan dari beberapa wilayah sekitarnya. Wisma Atlet juga mendapatkan bantuan 60 dokter, yang sudah menerima pembekalan sejak Jumat malam,” kata Daeng M. Faqih, Ketua Ikatan Dokter Indonesia, pada program diskusi Polemik Trijaya, Sabtu (19/6/2021).
Dengan vaksinasi yang sudah diberikan di awal, Daeng berharap para nakes selalu terlindungi dari paparan covid-19, termasuk varian baru yang lebih mudah menular.
“Saya harap (tenaga kesehatan) akan lebih kuat karena sudah di vaksin. Meskipun muncul virus varian baru, vaksin tetap bisa melindungi para tenaga kesehatan meskipun tidak 100%,” harap Daeng.
Sementara itu Masdalina Pane, dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menilai lonjakan kasus positif belakangan ini bukan semata disebabkan oleh libur panjang lebaran. Menurutnya angka positif sudah menunjukkan trend kenaikan sejak 9 minggu lalu, akibat kegagalan pemerintah menjalankan kebijakan dan mengedukasi masyarakat.
“Penyebabnya bukan karena dampak libur, kenaikan ini sudah dimulai sejak 9 minggu lalu, saat bulan Ramadhan. Angkanya terus naik perlahan-lahan,” kata Masdalina Pane.
Untuk ke depannya, Masdalina menyarankan pemerintah menutup total akses masuk warga negara asing yang berpotensi menularkan virus ke tanah air. Pemerintah juga perlu merevisi Keputusan Menteri Kesehatan No. 4641, tentang masa karantina.
“Jika hasil swab seseorang negative, juga diharuskan menjalani karantina 14 hari. Karena terkadang pada orang yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat akan mulai muncul gejala pada hari ke-10. Jika kontak erat dengan orang yang bergejala, diwajibkan menjalani swab pada hari itu juga,” pungkas Masdalina. (ann)