
Jakarta - OBP atau Outstanding Boundary Problems menjadi masalah yang tidak datang secara tiba-tiba. Hal ini berkaitan dengan ketidaksempurnaan Belanda dan Inggris dalam menyusun dokumen batas wilayah kekuasaan mereka, sehingga menimbulkan peluang multi/beda interpretasi.
Hasil survey demarkasi bersama Indonesia-Malaysia masih menyisakan 9 segmen OBP perbatasan darat yang bermasalah atau OBP yang belum diselesaikan, yaitu 4 titik di perbatasan Kalbar Serawak dan 5 titik lainnya di perbatasan Kaltara Sabah.
Dari 5 OBP di sektor timur itu, 2 sektor telah diselesaikan, 1 OBP sedang menungggu penandatanganan MoU, sedangkan 2 lainnya dalam proses demarkasi.
Hal ini disampaikan langsung Direktur Topografi TNI AD Brigadir Jenderal TNI, Asep Edi Rosidin, yang menyebutkan bahwa 2 OBP, yaitu OBP Sinapad dan OBP segmen B2700-B3100 sedang dalam pelaksanaan tahapan Joint Survey dengan pihak Malaysia.
Brigjen Asep menyampaikan, permasalahan klaim penegasan batas negara antara RI dan Malaysia terhadap 2 OBP tersebut, terkait dengan perbedaan interpretasi masing-masing negara terhadap OBP yang bersangkutan.
Pihak Malaysia mengklaim bahwa peta lampiran dari agreement 1915 yang digunakan sebagai referensi klaim pihak Indonesia tidak sesuai dengan kondisi alam sebenarnya. Untuk itu pihak Malaysia mengusulkan survey demarkasi sesuai referensi.
Indonesia dan Malaysia telah membuat kesepakatan penyelesaian OBP pada JIM 43 Tahun 2019 dimana didalamnya terkandung Resolusi, SOP dan Timeline.
Namun, pelaksanaan survei demarkasi bersama mengalami kendala Covid-19 sehingga pelaksanaannya tertunda.
Kedua negara sudah bisa memprediksi hasil survey demarkasi melalui analisa model medan 3 dimensi.
“Tentu masing-masing pihak telah memiliki argumentasi dan perhitungan yang didasarkan atau bersumber kepada hal-hal dokumen-dokumen yang diwariskan dari zaman Belanda dan Inggris, dan juga dengan menggunakan pengetahuan serta peralatan teknologi di bidang pengukuran Geografi atau topografi yang semakin maju, yang sekiranya menghasilkan daya ukur yang akurat,” tambahnya.