
Jakarta – Angka kasus baru Covid-19 di Jakarta terus bertambah. Tercatat sejak Senin kemarin (14/6) terdapat 8.189 kasus baru yang muncul. Lonjakan kasus Covid-19 ini sudah diperkirakan terjadi pada minggu kelima pasca libur lebaran. Peningkatan kasus yang tidak main-main setiap harinya menjadikan Jakarta berstatus genting Covid-19.
“Grafik sebenarnya sudah sempat melandai, namun pasca lebaran berangsur naik lagi. Sebenarnya untuk mengantisipasi second wave sudah memberlakukan kebijakan larangan mudik, itu sudah cukup antisipatif. Namun ada saja orang yang lolos dan melakukan banyak pertemuan,” kata epidemiolog Universitas Indonesia, Prof Budi Haryanto, saat diwawancarai pada Trijaya Hot Topic Petang, Selasa (15/06/2021).
Second wave yang terjadi saat ini diakibatkan munculnya virus varian baru di sejumlah wilayah Indonesia. Di beberapa negara, second wave justru lebih berbahaya karena tingkat penularannya jauh lebih cepat.
Prof Budi menyampaikan, kebijakan yang seharusnya diambil pemerintah saat ini adalah menerapkan lockdown total selama 1 minggu atau 1 bulan. Selain itu gubernur yang memiliki daerah zona merah harus bekerja sama menciptakan kebijakan revolusioner.
“Untuk mencegah peningkatan angka kasus harus memperketat 5 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas dan interaksi), moda transportasi distop dulu, dan kalau tidak terlalu penting jangan bertemu orang,” jelas Prof Budi.
Selain itu ia juga mengingatkan perusahaan-perusahaan bahwa jumlah karyawan yang hadir tidak boleh lebih dari 50%, serta kebijakan pembukaan sekolah secara tatap muka harus diubah kembali karena tidak ada yang bisa menjamin keamanan anak-anak. (ann)