.jpg)
Jakarta – Pasien covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat kembali mengalami lonjakan. Tadi pagi saja terdapat pasien yang baru masuk sekitar 523 pasien, sehingga jumlah pasien yang dirawat saat ini ada 5.551 pasien.
“Antisipasi yang dapat dilakukan oleh kami adalah memakai kasur ketiga, yang selama ini tidak pernah dipakai pada setiap kamar rawat. Ini sebenarnya sebagai senjata terakhir, namun karena hal mendesak dan tower 8 belum siap, ini yang dapat dilakukan,” kata Komandan lapangan Satgas Covid-19 RSD Wisma Atlet Kemayoran Letkol TNI Laut, Dr. M. Arifin, dalam Trijaya Hot Topic Pagi, Senin (14/06/2021).
Menurut penuturan Arifin, tower 8 belum siap dipakai karena masih banyak PMI (pekerja migran Indonesia) yang dikarantina, dan tidak memungkinkan jika dicampur dengan pasien lain.
Bentuk antisipasi lain yang dilakukan pemerintah adalah menyiapkan Rusun Agra, Cilincing untuk menampung para pasien khususnya kategori OTG (orang tanpa gejala).
Rumah Sakit Kewalahan Tangani Pasien Covid-19
Saat ini terdapat beberapa provinsi di Indonesia yang memiliki bed occupation rate (BOR) 60%, yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Yogyakarta, Banten, dan Sumatera Barat. Diperkirakan jika BOR sudah mencapai 70%, rumah sakit akan kesulitan menampung pasien Covid-19, dan bakal timbul masalah besar.
“Banyak daerah yang melaporkan kewalahan, daerah yang sudah mengkhawatirkan yaitu Jateng dan Jabar. Untuk DKI Jakarta sudah ada beberapa rumah sakit yang menyatakan kewalahan, terutama ruang isolasi ICU,” ungkap dr. Lia G. Partakusuma, Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia.
Menurut Lia, untuk melayani pasien covid-19 banyak hal yang dilakukan rumah sakit. Bukan sekedar mengubah fisik tempat tidur, namun juga penyediaan SDM dan fasilitas pendukung lainnya. Semua perubahan itu membutuhkan biaya besar, padahal banyak rumah sakit yang mengaku sedang kesulitan anggaran karena klaim dana covid belum juga turun. (Ann)