Epidemiolog: Setiap yang Bepergian ke Luar Kota Wajib Karantina Mandiri Tanpa Kecuali

MUS • Tuesday, 25 May 2021 - 19:30 WIB

Jakarta – Angka covid-19 di Asia terus naik. Bahkan di India angka kematian tembus hingga 300.000 jiwa. India menjadi negara dengan kasus covid-19 terbanyak kedua di dunia setelah Amerika, dengan 26,8 juta kasus. Sedangkan Indonesia, akumulasinya mencapai 1,78 juta kasus. Jumlah ini diduga akan terus naik, seiring temuan  varian virus baru yaitu B-1617.

“Ada varian baru yang ditemukan di Cilacap, yaitu B-1617. Varian ini 70% lebih cepat menular dibanding varian lain yang telah beredar di Indonesia. Bisa kita bayangkan, apa yang terjadi di India merupakan refleksi dari dampak varian baru yang bisa memperburuk pandemic,” kata epidemiolog dari Griffith University Australia, dr Dicky Budiman, saat diwawancarai pada Trijaya Hot Topic Pagi, Selasa (25/05/2021).

Selama pandemi, positivity rate Indonesia masih berada diatas 10%. Ini menunjukan, banyak kasus yang tak terdeteksi. WHO pun sejak April 2021 hingga sekarang masih menempatkan Indonesia di level terendah

Untuk memutus mata rantai Covid-19, Dicky menyarankan pemerintah menyiapkan langkah mitigasi agar tidak terjadi ledakan atau tsunami Covid-19.

Bagi warga yang bepergian keluar kota, diharuskan mengisolasi mandiri di rumah, meskipun hasil tes sebelumnya negatif.

"Karena tes rapid hanya berlaku saat pengambilan darah. Setelah itu kita tidak pernah tahu," ujar Dicky.

“Kita harus tetap optimis namun realistis. Sehingga dengan menyadari kondisi, kita dapat melakukan intervensi berbasis data. Saya sarankan kalau tidak bisa testing ya sudah, karatina saja. Mau itu PSBB, PPKM Mikro atau karantina mandiri,” pungkas dr. Dicky Budiman. (Ann)