Terpengaruh isu Seputar Astrazeneca, Sejumlah Warga Kapuk Menolak Divaksin

MUS • Friday, 21 May 2021 - 14:12 WIB

Jakarta – Hampir 251.000 warga berusia di atas 18 tahun di Jakarta Barat, masuk sasaran vaksinasi Covid-19 tahap ketiga yang dimulai serentak kemarin, (20/5/2021). Menurut Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta, Barat Kristy Wathini, penerima vaksin tersebar di 92 RW yang ada di Jakbar.

Hingga hari ini, Jumat (21/5/2021) vaksinasi masih berlangsung di beberapa daerah,  salah satunya RT 21/RW 16, Kapuk, Cengkareng.

Sebelum vaksinasi dimulai, petugas lebih dulu memberikan sosialisasi tentang syarat vaksin dan efek samping yang mungkin dirasakan setelah penyuntikan. Seperti pegal, demam, dan mengantuk. Jika terjadi efek samping yang berlebihan setelah 15 menit vaksinasi, warga dianjurkan mendatangi puskesmas Cengkareng untuk mendapat penanganan medis.

Berdasarkan pantauan mnctrijaya.com, vaksinasi berlangsung mulai pukul 08.00 s/d 14.30 WIB. “Vaksinasi hari ini setiap RT mendapatkan kuota sekitar 25 orang. Di RW 16 ada 21 RT, jadi totalnya 625 orang yang harus divaksin,” kata Ketua Pokja 1 dari PKK Kelurahan Kapuk, Yatinie.

Dari keseluruhan target penerima, hanya 532 orang yang berhasil divaksin. Sedangkan untuk hari kedua ini, dari kuota 100 orang, ada 6 orang yang tidak berhasil divaksin.

“Target 600 orang tapi yang berhasil divaksin hanya 532 orang penyebabnya karena ada sebagian yang tidak mau divaksin,” kata Yatinie

Beberapa warga diduga takut divaksin karena jenis vaksin yang disuntikkan adalah astrazeneca, yang sempat ramai dibahas di media sosial karena memakan korban jiwa. Ada juga warga yang sudah antusias untuk divaksin, namun belum memenuhi syarat.

“Saya mau divaksin, udah ngantri dari pagi tapi waktu ditensi darah tidak bisa karena ketinggian tensinya, 186/93,” ungkap Martini, salah satu warga RT 001. (Ann)