.jpg)
Jakarta – Pelaksanaan vaksin gotong royong sudah dimulai sejak Selasa kemarin (18/05/2021). Perusahaan di DKI Jakarta sangat antusias mengikuti program ini. Tercatat sudah ada 5-7% perusahaan yang mendaftarkan pegawainya untuk divaksin.
“Baru dua hari informasi tersebut disebarkan kepada masyarakat tetapi sudah terdapat sekitar 35.000 karyawan yang siap untuk divaksin mandiri dari kurang lebih 11-12 perusahaan," ungkap Diana Dewi, Ketua Umum KADIN DKI Jakarta saat diwawancarai pada Trijaya Hot Topic, Rabu (19/05/2021).
Jenis vaksin yang digunakan untuk vaksin gotong royong ini adalah produk Sinopharm, tapi tidak menutup kemungkinan pihak Bio Farma menggunakan produk vaksin lain.
Perbedaan yang terdapat pada vaksin gotong royong dengan vaksin regular adalah tempat pelaksanaan dan biaya yang dikeluarkan. Vaksin gotong royong hanya dapat dilaksanakan di rumah sakit, sedangkan vaksinasi regular dapat dilaksanakan pada GOR atau aula tertentu.
“Untuk biayanya tidak murah, dua kali vaksin plus faskes kurang lebih Rp 1.000.000. Satu kali suntik biayanya Rp 439.000 dan untuk faskesnya sekitar Rp 112.000 atau Rp 121.000 tapi kan itu ada PPN dan PPh jadi, totalnya untuk dua kali suntik ditambah dengan faskes kurang lebih Rp 1.000.000," kata Diana
Untuk saat ini teknis pelaksanaan vaksinasi gotong royong ditangani oleh KADIN DKI Jakarta. Namun menurut Diana, dikemudian hari tidak menutup kemungkinan pihak perusahaan berhubungan langsung dengan Bio Farma terkait pelaksanaan teknisnya.
Dari 22.000 perusahaan yang ada di DKI Jakarta, KADIN DKI menargetkan tidak kurang dari 60% perusahaan dengan kebutuhan sekitar 6 juta dosis.
KADIN DKI Jakarta masih membuka kesempatan bagi perusahaan untuk mendaftarkan diri dalam vaksin gotong royong hingga bulan ini. (Ann)