KNRP: Masyarakat Palestina Butuh Bantuan

MUS • Wednesday, 19 May 2021 - 08:07 WIB

Jakarta - Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP) melalui relawan yang berada di Palestina menyumbangkan tempat tinggal sementara (shelter), makanan, sembako dan pakaian sejak hari ke-3 konflik antara Palestina dan Israel terjadi. 

Sekretaris Jendral KNRP Suhartono TB menjelaskan, sudah dua hari terakhir penyerangan terhadap Palestina menurun, walaupun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, bahwa serangan militernya di Gaza akan berlanjut dengan 'kekuatan penuh'.

"(Serangan -red) Sudah agak menurun karena tentara Israel itu ternyata tidak membidik pejuang. Tidak ada pejuang meninggal dunia, justru yang kita lihat itu adalah bangunan Al Jazeerah, bangunan-bangunan rakyat," kata Suhartono kepada Radio MNC Trijaya FM, dalam Trijaya Hot Topic Petang, Selasa (18/5/2021).

Suhartono menambahkan, tentara Israel bukan mengebom rumah pimpinan Hamas, melainkan rumah rakyat sipil, sehingga 98% korban meninggal adalah rakyat sipil bukan militer Palestina. 

Penyerangan tentara Israel terhadap Palestina masih terus berlangsung kini, namun bantuan internasional belum ada yang masuk ke wilayah Palestina. Karena setiap bantuan ke Gaza harus melalui Mesir, sedangkan hingga kini Mesir masih menutup perbatasannya. 

"Bantuan ke Gaza itu melalui Mesir, kalau Mesir saja masih menutup bagaimana kita mau memasukan bantuan, apalagi ditambah suasana sedang Covid-19," tambahnya. 

Bantuan yang sudah masuk ke Palestina merupakan bantuan melalui jalur yang mempunyai hubungan LSM, seperti Qatar. KNRP sendiri sudah memiliki hubungan dengan LSM yang ada di Turki, dan Lebanon, sehingga dapat mengirim bantuan. 

Suhartono menyampaikan pesan, Palestina kini membutuhkan banyak shelter, karena sebagian penduduknya kehilangan tempat tinggal. Selain itu, mereka juga sangat banyak memerlukan makanan, pakaian dan air bersih. (FAN)