PKS: Israel Serang Palestina Karena tak Ingin Fatah dan Hamas Bersatu

MUS • Wednesday, 19 May 2021 - 08:01 WIB

Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera mendatangi kantor kedutaan AS di Indonesia, untuk menyampaikan surat kepada Presiden AS, Joe Biden. Isi surat tersebut ada dua hal, yang pertama untuk menegaskan bahwa wilayah Palestina sebagian diambil oleh Israel, masyarakat Palestina punya hak hidup secara merdeka karena kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Kedua, PKS merasa perlu untuk menyampaikan dukungan untuk kemerdekaan Palestina secara keseluruhan. 

Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri, Sukamta mengatakan, peperangan ini terjadi ketika orang-orang sipil yahudi datang ke rumah penduduk Palestina di kampung yang bernama Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur. 

"Kami mendapatkan bukti bahwa itu adalah program yang direncanakan. Jadi ada yang mengatakan kalau tidak mengambil rumah warga Palestina nanti akan ada orang yahudi lain yang akan ngambil. Kemudian koordinatornya mengatakan, bahwa kami memang ingin mengambil alih rumah rumah warga Palestina itu supaya nanti Yerusalem Timur menjadi steril seperti Yerusalem Barat walaupun itu dengan mengorbankan warga Arab," kata Sukamta kepada Radio MNC Trijaya FM, dalam Trijaya Hot Topic Petang, Selasa (18/5/2021).

Pengusiran paksa warga Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur semakin besar hingga ke masjid Al-aqsa. Masyarakat yang sedang shalat tarawih dan melakukan iktikaf dilempari granat. 

Wakil Ketua Fraksi PKS ini menambahkan, menurut para ahli internasional sebab utama Israel mengusir penduduk Sheikh Jarrah dari rumahnya untuk ditempati penduduk yahudi karena Fatah dan Hamas memiliki kesepakatan, jika tidak berdamai maka Palestina tidak bisa merdeka. 

"Untuk mewujudkan perdamaian itu maka disepakati pemilu Fatah-Hamas dan fraksi lain yang semestinya akan diadakan pada 22 Mei besok. Israel tidak mau Fatah dan Hamas bersatu maka dibuatlah kerusuhan penduduknya diusir, masjid Al-aqsa diserang, begitu ada kerusuhan begini tidak jadi pemilu itu targetnya Israel karena jika tidak ada pemilu, Palestina semakin lemah," ujar Sukamta. (FAN)