Humanitarian Alliance & Tokoh penggerak Aksi Kemanusiaan Lintas Iman Kecam Agresi Israel di Gaza

MUS • Tuesday, 18 May 2021 - 15:31 WIB

Jakarta - Konflik antara Israel dan Palestina semakin memanas sejak Senin, 10 Mei 2021. Korban warga sipil terus berjatuhan. Hingga pernyataan sikap ini dikeluarkan, penyerangan Israel ke Jalur Gaza Palestina masih berlanjut. 

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh UNOCHA dan BBC pada hari Senin (17/5/2021) pukul 12.00 waktu setempat setidaknya 200 warga Palestina di Jalur Gaza, termasuk 59 anak-anak, telah tewas dan sebanyak 1.305 orang cedera. Di Tepi Barat sendiri 17 warga tewas dengan 2 diantaranya adalah anak – anak. Sementara itu tercatat 42.000 orang penyintas mencari perlindungan saat ini di 50 Sekolah UNRWA.

Menyikapi krisis kemanusiaan yang semakin parah, Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) yang merupakan aliansi organisasi kemanusiaan lintas Iman di Indonesia bersama dengan tokoh penggerak aksi kemanusiaan lintas Iman menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Mendesak Israel untuk menghentikan serangan yang telah menyebabkan terus bertambahnya korban warga sipil khususnya anak–anak, wanita dan warga lanjut usia. Warga sipil tentu saja adalah pihak yang paling menderita akibat konflik bersenjata, apalagi saat ini hampir sebahagian besar negara  dan warga di dunia masih berjuang untuk keluar dari krisis pandemi COVID19, termasuk Palestina. Meminta semua pihak untuk mengedepankan langkah diplomasi dan negosiasi yang difasilitasi oleh PBB untuk mencapai perdamaian berpedoman pada resolusi Dewan Keamanan PBB dan berdasarkan parameter yang disepakati secara Internasional.

2. Mengutuk tindakan Israel yang mengusir warga Palestina di wilayah Sheikh Jarrah dan berlanjut pada penyerangan ke Jalur Gaza Palestina yang dilakukan secara membabi buta sehingga berdampak korban jiwa pada masyarakat sipil yang tidak terlibat dalam konflik ini khususnya perempuan dan anak-anak, termasuk serangan yang diarahkan kepada fasilitas umum seperti kantor perwakilan media, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan dan rumah ibadah.

3. Mendesak Israel untuk menghentikan segala tindakan agresi dan diskriminasi terhadap bangsa Palestina, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan mematuhi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia 1948 dalam memberikan perlindungan secara luas kepada masyarakat sipil.

Israel juga harus menghentikan segera tindakan yang secara nyata mengarah pada pelanggaran atas Hukum Kemanusiaan Internasional dan Konvensi Jenewa 1949 serta Protokol Tambahan 1977 yang mengatur perlindungan terhadap warga sipil dari konflik dan peperangan, khususnya anak–anak, perempuan, difabel, lanjut usia dan kelompok rentan lainnya.

4. Mendesak kepada Dewan Keamanan PBB untuk memberikan sanksi kepada Israel atas tindakan yang telah melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan, keamanan dan perdamaian internasional. Meminta kepada otoritas Israel, Palestina, Yordania dan Mesir untuk membuka dan menjamin akses serta keamanan bagi pegiat dan organisasi kemanusiaan dalam memberikan bantuan kemanusiaan, pekerja medis dalam menjalankan tugas kesehatan dan pekerja media dalam menjalankan tugas jurnalisme. Mendorong semua otoritas terkait untuk juga memberikan perlindungan kepada warga sipil yang harus mengungsi di luar Palestina.

5. Mendukung langkah-langkah diplomatik yang telah dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia dalam berbagai forum internasional dan mendorong peran kepemimpinan aktif Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB dalam menjalankan segala upaya diplomatik dan bertindak sebagai juru damai untuk menghentikan peperangan dan kekerasan di Palestina dengan melibatkan partisipasi organisasi multilateral (ASEAN, OKI dan Gerakan Non Blok)

6. Meminta seluruh masyarakat Indonesia lintas agama untuk terus berdoa sekaligus memberikan dukungan moril maupun materil agar krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina segera berakhir. Dampak dari konflik ini telah merugikan nilai-nilai kemanusiaan secara universal yang dijunjung tinggi oleh semua agama.

7. Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang tergabung dalam IHA siap memberikan dukungan dan bantuan kemanusiaan kepada bangsa dan rakyat Palestina dengan tetap berkoordinasi melalui Pemerintah Republik Indonesia.