.jpg)
Jakarta – Kebijakan pemerintah meniadakan mudik dan melakukan penyekatan untuk menghalangi para pemudik, berhasil menekan angka kendaraan yang keluar masuk tol.
Corporate Communication and Community Development Group Head PT. Jasa Marga, Dwimawan Heru Santoso mengatakan arus kendaraan di sejumlah ruas tol pada Senin pagi tadi relatif lancar di kedua arah.
“Secara umum pada saat kemarin arus balik H+1 arus kendaraan turun hingga 25.5%. Sedangkan menurut data pada hari Minggu arus kendaraan di Jakarta-Cikampek secara signifikan turun hampir di atas 50%” ungkap heru pada program Trijaya Hot Topic Pagi Senin (17/05/2021).
Penurunan angka arus kendaraan juga terjadi pada beberapa titik, yaitu GT Kalihurip turun 60%, Cikampek Utama turun di atas 50%, Ciawi dari Bogor turun 7% dan Cikupa secara kumulatif dari berbagai arah turun 31%. Sementara untuk arus mudik menurut data, Heru menuturkan bahwa dari 3 arah yang keluar Jabodetabek turun hingga 46% sedangkan untuk arus metropolitan (dalam kota) tidak turun terlalu banyak yaitu sekitar 4-5%.
“Ada penurunan di atas normal tetapi memang angkanya tidak terlalu banyak sekitar 4% dan yang keluar kota turun diatas 40%. Secara kumulatif secara rata-rata penurunannya pada arus mudik sekitar 10-11%, untuk arus balik masih kita lengkapi datanya,” kata Heru.
Namun terjadi peningkatan angka arus kendaraan pada 6 Mei menjelang pelarangan keluar kota atau mudik. Pe ingkatan terus melonjak hingga 9% sejak tanggal 3 sampai 5 Mei 2021.
Heru juga mengungkapkan bahwa random check antigen masih berlangsung di beberapa titik, yaitu tol Jakarta-Cikampek kilometer 47 dan 34, Tol Jagorawi kilometer 38, untuk Transjawa dilaksanakan di Semarang, Pasuruan, Grati, Ngawi dan Sragen.
“Random check antigen dilakukan menyesuaikan dengan dinamika yang terjadi di lapangan," pungkas Heru.
Tim Jasa Marga bekerjasama dengan tim Kepolisian, Dinas Kesehatan daerah dan Satgas COVID daerah menyediakan tempat serta fasilitas seperti alat, personil, dan tim evakuasi jika ada yang positif COVID-19. (Ann)