Penyintas Covid-19 Ke-7.000 RSLI Akhirnya bisa Lebaran di Rumah

MUS • Tuesday, 11 May 2021 - 14:36 WIB

Surabaya - Mengakhiri bulan ramadhan 1442 H, Rumah Sakit Lapangan Indrapura Surabaya (RSLI) menorehkan keberhasilan layanan penyembuhan yang telah menembus angka 7000 pasien sembuh.  Hal tersebut diwujudkan dalam acara “Wisuda Penyintas Covid-19 ke-7000 RSLI” yang diselenggarakan pada hari Selasa 11 Mei 2021 pukul 10.00 WIB. 

Ini merupakan wisuda ke-321 yang diselenggarakan RSLI menggenapi sejumlah 7.002 penyintas covid-19 yang sudah diluluskan dari total 7.326 pasien yang masuk dan ditangani RSLI. Peran serta masyarakat sangat membantu dalam mengatasi pandemi di Indonesia.

Apal Supendi, Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan mewakili BPBD selaku penyedia seluruh fasilitas yang dibutuhkan oleh RSLI menyampaikan kesiapan BPBD mendukung operasional RSLI. Ia juga mengucapkan selamat kepada penyintas yang hari ini diwisuda untuk bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarganya di rumah. 

“Selamat Idul Fitri, taqobballahu minna waminkum, taqobbal yaa karim,” pungkas Apal.

Sesanti Wilujeng (Surabaya) salah satu pasien yang sembuh menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh nakes dan relawan yang telah merawat dan melayani dengan baik selama 10 hari penanganan di RSLI hingga sembuh. 

Sesanti merupakan pasien ke-7000, sudah dinyatakan sembuh oleh DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pasien) RSLI dan bersama dua pasien lainnya menjalani prosesi wisuda ke-321. Ia juga sangat senang bisa wisuda dan pulang hari ini setelah menjalani perawatan selama 10 hari di RSLI. Akhirnya kekhawatirannya menjalani lebaran di rumah sakit karena masih terpapar covid-19 tidak terjadi.

 Keinginannya untuk bisa merayakan Idul Fitri di rumah bersama keluarga dapat terwujud.

 “Alhamdulillah, akhirnya saya bisa berlebaran bersama keluarga” tutur Sesanti.  
    
Sementara itu,  Dr. Nalendra sekalu penanggung jawab RSLI menjelaskan bahwa selama lebih dari sebelas bulan beroperasi, RSLI telah melakukan berbagai upaya semaksimal mungkin dalam penanganan pasien covid-19.

Upaya itu ternyata membuahkan hasil berupa tingkat kesembuhan yang cukup tinggi, yaitu 96,23%, tertinggi di Jawa Timur jauh di atas rata-rata angka kesembuhan Jawa Timur 77,53% dan nasional 91,3%. dengan angka kematian 1 orang (terendah di Indonesia). RSLI telah berkontribusi kesembuhan covid-19 sebesar 0,45% Nasional, 5,09% Jawa Timur dan 31,53% Surabaya.  

Prestasi ini adalah jerih payah dan dedikasi serta sumbangsih yang luar biasa dari para tenaga kesehatan baik dokter, perwat, analis medis, apoteker, serta relawan pendamping dan tenaga lainnya di RSLI mulai admin, keamanan, cleaning servis dan unsur lainnya. 

“Terima kasih kepada semua nakes, relawan dan tim RSLI, tanpa kalian, RSLI tidak akan sehebat ini. Prestasi ini harus dijaga dan terus dipertahankan serta ditingkatkan  oleh semua nakes, relawan dan petugas RSLI. Mari kita berikan yang terbaik kepada masyarakat dan bangsa dalam mengatasi pandemi covid-19 di Indonesia.”pungkas dr Nalendra.

Acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dari Penangggungjawab RSLI kepada para wisudawan dan ditutup dengan doa oleh Radian Jadid selaku Ketua Pelaksanan Relawan Pendamping PPKPC-RSLI.

Selesai acara wisuda, Jadid memberikan penjelasan tentang kondisi terkini di RSLI. Untuk PMI (Pekerja Migran Indonesia) asal Jatim yang tiba hingga tgl. 10 Mei di data relawan tercatat sejumlah 7.948 orang yang berasal dari Malaysia, Singapura, Hongkong, Brunei Darussalam dan Belanda (via Malaysia). Yang masuk dan ditangani di RSLI sebanyak 63 PMI (34 laki-laki dan 29 perempuan) dan yang sudah sembuh dengan konfirmasi 2x negatif swab PCR sejumlah 23 orang.

Mereka sudah selesesai menjalani isolasi dan perawatan sertapenyembuhan di RSLI, untuk selanjutnya dikembalikan ke Pemprov Jatim untuk ditindaklanjuti berupa pemberian  surat jalan dari Dishub Jatim dan penerimaan (penjemputan) dari Pemkab masing-masing. 

Hingga hari ini RSLI total sudah merawat 7.326 dan menyembuhkan 7002 orang. Angka kematian 1 orang  dan pasien yang masih dirawat sejumlah 51 orang. (Her)