Reshuffle Jilid II, Peneliti: Lebih Tepat Disebut Perluasan Area Kerja

MUS • Thursday, 29 Apr 2021 - 11:26 WIB

Jakarta – Presiden Joko Widodo telah melakukan reshuffle jilid II pada Kabinet Indonesia Maju pada Rabu, (28/04/2021). Ditandai dengan pelantikan Nadiem Makarim sebagai Mendikbud-Ristek dan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi merangkap kepala BKPM.

Peneliti INDEF, Ahmad Heri Firdaus menyebut, keputusan reshuffle yang diambil Presiden kemarin, bukan sebuah peristiwa pencopotan pejabat, tapi lebih pada memperluas area kerja pejabat.

“Karena pada reshuffle kali ini Presiden melantik kepala BKPM menjadi menteri investasi, dan Nadiem sebagai Menteri Pendidikan Kebudayaan serta Riset dan Teknologi. Maka sebenarnya keputusan reshuffle kali ini hanya memperluas cakupan kerja dari Kepala BKPM dan Mendikbud,” tutur Firdaus saat diwawancara oleh Trijaya Hot Topic pagi edisi, Kamis (29/04/2021).

Terkait dengan perbedaan tugas BKPM dan Kementerian Investasi, Firdaus menyebut jika BKPM selama ini hanya sekedar mengkoordinasi penanaman modal. Sedangkan Kementerian Investasi akan memiliki fungsi lebih luas seperti mempromosikan Indonesia agar investor-investor bisa tertarik menanamkan modalnya.

“Dan juga tantangan untuk Kementerian Investasi adalah berupaya menyederhanakan birokrasi, agar investor-investor semakin tertarik untuk berinvestasi. Karena jika aturan atau birokrasinya berbelit, maka investor pun akan berpikir dua kali untuk berinvestasi,” tutup Firdaus. (Kuh)