Percepat Proses Pembentukan CSIRT Provinsi, BSSN Kunjungi Diskominfo Sultra

MUS • Wednesday, 7 Apr 2021 - 21:57 WIB

Kendari - Tim Asistensi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia berkunjung ke Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam rangka melaksanakan Asistensi Computer Security Incident Response Team (CSIRT) di Dinas Kominfo Sultra, Rabu, 7 April 2021.

Asistensi ini dilatarbelakangi oleh kunjungan Gubernur Sultra Ali Mazi ke kantor BSSN RI pada bulan Maret 2021 lalu dalam rangka untuk peningkatan pengamanan informasi di daerah. Kepala BSSN RI mengapresiasi kunjungan Gubernur ke tempatnya, dengan mengatakan bahwa selama BSSN berdiri,  Gubernur Sultra merupakan kepala daerah pertama di tingkat provinsi yang melakukan kunjungan ke BSSN.

Merespon kunjungan tersebut, Kepala BSSN memerintahkan jajajarannya segera mempercepat proses pembentukan CSIRT di Sultra, dengan menugaskan Agustinus Toad (Sandiman Ahli Madya Direktorat Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintah Daerah Wilayah (PPPDW) II Deputi III selaku Koordinator Kelompok PPPDW II dan menyertakan sandiman pertama Nur Dwi Muryanto, serta Achmad Ridho dan Achmad Arthur masing-masing sebagai Asisten Analisis Keamanan Siber Deputi III.

Asistensi ini juga menghadirkan diskominfo kabupaten/kota dan pihak perusahaan pengelola informasi dan teknologi (IT) yang menjadi mitra pemerintah provinsi.  

Diskominfo kabupaten/kota yang hadir antara lain, Kota Kendari, Kabupaten Bombana, Kolaka Utara, Konawe Selatan, Buton Utara, dan Wakatobi. Sedangkan perusahaan pengelola IT hadir dari PT. Technos.

Selain Diskominfo Kab/kota hadir pula seluruh pejabat eselon III dan IV Diskominfo Prov. Sultra. 

Kegiatan ini direncanakan berlangsung dua hari, 7-8 April 2021, bertempat di Kantor Dinas Kominfo Prov. Sultra.  Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan pemahaman tentang keamanan siber dan pengamanan informasi pemerintah. Selain itu, tim asistensi BSSN menyarankan penggunaan alat HoneyPOT, sebuahh perangkat pendeteksi Malware. 

HoneyPOT merupakan sistim replika yang dirancang memberikan interaksi yang sama dengan sistim asli sehingga penyerang tidak menyadari identitas dan teknik serangan yang dilakukan, direkam oleh HoneyPOT sehingga informasi tersebut dapat ditabulasi menjadi sumber informasi serangan siber.

Agustinus Toad, ketua tim asistensi, menyarankan Dinas Kominfo memiliki alat HoneyPOT dengan menyurat kepada BSSN RI untuk ditindaklanjuti.

Selain itu, bagi yang hendak mengadukan serangan siber dapat melapor ke layanan aduan BSSN dengan menghubungi nomor (021) 78833610 atau melalui surel [email protected] (IKP Diskominfo Sultra/ HenQ)