.jpg)
Jakarta – Semenjak pandemi Covid-19, masker menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat sebagai salah satu bagian dari protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus. Namun disaat kebutuhan menggunakan masker meningkat, belakangan ini marak masker medis palsu yang beredar di pasaran.
Plt. Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Drg. Arianti Anaya mengatakan, masyarakat harus lebih cermat dalam memilih masker medis.
“Masyarakat harus cermat dalam memilih masker medis karena sekarang sudah banyak produsen masker dari dalam negeri maupun produk impor. Tidak seperti awal pandemi dimana masker medis susah sekali didapat dan harganya juga tinggi,” ujar Arianti saat dalam program Trijaya Hot Topic pagi edisi Senin, (05/04/2021).
Arianti menjelaskan jika pemerintah melalui Kemenkes telah memberikan pedoman-pedoman bagaimana memilih masker medis yang baik dan berkualitas.
“Untuk masker palsu, kami (Kemenkes-red) selalu mengawasi di lapangan secara ketat seperti menyita masker yang berlabel medis padahal sebenarnya itu non-medis,” jelas Arianti.
Arianti juga mengatakan perbedaan masker medis dan non medis adalah masker medis telah melalui fase uji laboratorium, mempunyai paling sedikit 3 lapisan dan kemampuan maksimal memfilter virus mencapai 95 persen. (Kuh)