Tanggapi Jabatan Presiden Tiga Periode, Pakar: Bukan Hal Baru

MUS • Friday, 19 Mar 2021 - 07:12 WIB

Jakarta - Wacana perpanjangan masa jabatan presiden hingga tiga periode tengah ramai diperbincangkan, setelah politisi senior Amien Rais menyebut skenario untuk membahas perubahan itu pada sidang MPR. Namun Presiden Joko Widodo menegaskan menolak jabatan tiga periode.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah memberikan pandangannya terhadap isu yang beredar ini saat wawancara di Trijaya Hot Topic Petang, Kamis (18/03/2021). Menurut Dedi, isu seperti ini sangat lumrah terjadi di masa-masa akhir periode kepresidenan.

“Saya kira diskusi tentang wacana periodisasi presiden ini bukan hal baru ya. Artinya sejak jaman SBY pun sudah diwacanakan, dan waktu itu SBY secara tegas menolak. Artinya isu semacam ini jadi isu politik ketika rezim sudah di masa-masa akhir,” ujarnya.

Di saat yang bersamaan, Anggota Komite 1 DPD RI Abdul Rachman Thaha yang hadir di studio MNC Trijaya juga menegaskan, bahwa belum ada pembicaraan maupun pembahasan resmi terkait wacana presiden tiga periode.

“Kalau di DPD, di internal kami sendiri itu belum pernah membahas persoalan periodisasi perpanjangan presiden, tetapi ini bisa terjadi, karena kami satu rumah yang namanya MPR,” ucapnya.

Bahkan Abdul menambahkan, seharusnya ada agenda pembahasan maupun amandemen yang lebih penting, ketimbang mengurus perihal jabatan tiga periode presiden. Menurutnya, isu ini merupakan dorongan dari politisi luar atau kader-kader partai yang memiliki penilaian bahwa pemerintahan saat ini masih bisa dilanjutkan.

Hal ini juga disepakati oleh Dedi, yang menegaskan ada hal yang lebih krusial untuk diamandemen seperti misalnya terkait ‘presidential threshold’ atau durasi jabatan presiden, kalau pembicaraannya menyangkut efektivitas kepemimpinan.

“Kalau kemudian wacananya adalah periode, sebenarnya ini tidak mengarah pada efisiensi dan efektivitas kerja presiden. Justru ini akan mengalami perubahan penambahan dan beban anggaran terhadap proses terpilihnya Presiden itu,” tambahnya. (TIO)