Banyak Manfaat, Akademisi Teknik Lingkungan Unair: ayo Gunakan FABA dengan Bijak

MUS • Wednesday, 17 Mar 2021 - 10:03 WIB

Jakarta - Dikeluarkannya fly ash dan bottom ash (FABA) dari kategori limbah B3 menjadi limbah non B3 pada PP nomor 22 tahun 2021, dapat diolah dan dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku material.

Dosen Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga Surabaya, Nita Citrasari mengungkapkan ada banyak manfaat dari FABA, termasuk pemanfaatan FABA secara lokal.

"Pemanfaatan FABA secara lokal sudah dilakukan, karena saat itu FABA masuk ke limbah B3 jadi seharusnya digunakan di tempat diproduksi mereka sendiri," kata Nita dalam Diskusi Spesial Polemik Radio MNC Trijaya, Selasa (16/3/2021).

Salah satu pemanfaatan FABA dari dulu adalah paving block. Itu sudah dilakukan tetapi khusus untuk penggunaan lokal dan untuk sendiri, karena dalam aturan sebelumnya hanya boleh digunakan di sumber penghasil B3 sendiri.

Jika berbicara tentang limbah, maka harus menerapkan konsep 3R yaitu 'reduce, reuse, recycle'. "Kalau kita punya solusi bahwa sekarang FABA bukan lagi limbah B3, kita bisa menggunakannya menjadi bahan baku untuk yang lainnya," sambung Nita.

Dia menambahkan, proses tambang akhirnya keluar dari limbah B3 sehingga dapat diperbanyak, dan betul-betul dioptimalkan, tidak hanya kerusakan tambang saja namun juga kerusakan lingkungan harus dipertimbangkan.

Masyarakat pun diharapkan menggunakan FABA dengan bijak, dan memasukannya dalam sirkular ekonomi untuk meningkatkan kebijakan strategis nasional terkait Indonesia ke depannya. Menurutnya, Indonesia dapat maju dengan mengolah limbah bersama secara bijak. (FAN)