
Hendri Satrio
Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI
Jakarta - Nama-nama yang sering muncul di permukaan saat ini bisa saja hanya akan menjadi penghias demokrasi. Belum tentu mereka nanti akan naik ke panggung Pilpres 2024 nanti. Sepuluh tahun lalu, pada saat semua orang berpikir bahwa Prabowo dan beberapa tokoh lain yang akan menjadi jagoan pada Pilpres 2014, ternyata muncul nama Joko Widodo di tahun 2012, dan ia mendapatkan momentum hingga terpilih menjadi presiden.
Jadi, nama-nama yang muncul tersebut mungkin hanya akan menjadi penghias saja, kecuali mereka-mereka yang dekat sekali dengan partai politik. Maka tidak mengherankan jika nama-nama yang dekat tersebut akan menjadi peserta nantinya. AHY, Prabowo, Puan, Airlangga Hartarto, Cak Imin, Ahmad Syaikhu tentu sangat berpeluang naik menjadi peserta di panggung politik tahun 2024 nanti.
Di samping nama-nama yang akan menjadi penghias demokrasi, terlebih menurut hasil survei KedaiKOPI ada 400 nama yang muncul dari 1200 responden yang tersebar di seluruh Indonesia mengenai nama-nama calon pemimpin menuju 2024. Nama-nama yang muncul dalam survei tersebut pun bukan hanya nama-nama yang saat ini sering muncul di permukaan. Dari 400 nama tersebut, sangat mungkin salah satu di antarannya mendapatkan momentum dan akhirnya terpilih menjadi Presiden di tahun 2024.
Belum lagi, muncul nama-nama tokoh masyarakat yang berkembang akhir-akhir ini, misalnya para menteri Jokowi seperti Sri Mulyani, Erick Thorir, dan Mahfud MD. Nama-nama mantan menteri Jokowi seperti Susi Pudjiastuti, Sudirman Said. Nama-nama tokoh oposisi seperti Gatot Nurmantyo dan Hidayat Nur Wahid. Muncul juga nama-nama selebritis dan atlit seperti Najwa Shihab, Bambang Pamungkas, dan Chris John. Jangan dilupakan juga nama kepala daerah di luar Jawa. Jadi, saya mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak terpaku hanya kepada nama-nama yang muncul di hasil survei sebagai calon pemimpin mereka, bisa saja muncul nama-nama lain dan itu sah-sah saja. Indonesia tidak pernah kekurangan pemimpin kok.