PPKM Mikro Dimulai, ini Saran Epidemiolog

MUS • Tuesday, 9 Feb 2021 - 12:01 WIB

Jakarta – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro dimulai hari ini hingga 2 minggu ke depan, di sebagian pulau Jawa dan Bali. PPKM mikro menjadi ikhtiar terbaru pemerintah pusat, untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemi, Hariyadi Wibisono mengatakan, agar PPKM mikro berjalan efektif, masyarakat harus terus diedukasi mengenai bahaya covid-19. Menurut Hariyadi, masyarakat juga harus paham bahwa pembatasan ini bukan untuk kepentingan orang lain saja, tapi demi diri sendiri dan keluarganya.

“Mengurangi aktivitas di luar rumah itu bukan berarti menghilangkan kebebasan masyarakat, tetapi mengurangi potensi penularan ke keluarganya yang berada di rumah. Ini yang perlu dimengerti secara benar oleh masyarakat,” ujar Hari pada program Trijaya Hot Topic Pagi tadi, Selasa, (9/2/2021).

Hari menyampaikan jika ada orang yang tertular, warga terdekatnya harus menunjukkan empati. Contohnya dengan mengingatkan si pasien agar tetap di rumah, bergotong royong memenuhi kebutuhan harian seperti makanan atau minuman, dan memotivasi untuk tetap berjuang. 

"Hal positif seperti ini yang perlu dibangun di masyarakat agar orang-orang yang terinfeksi covid-19 tidak merasa dikucilkan," pungkasnya. (Daf)