.jpg)
Jakarta – Banjir bandang di Kalimantan Selatan menyisakan duka bagi Indonesia. Warga setempat masih mengungsi hingga hari ini, karena desanya terisolir akibat banjir
Relawan Wahana Muda Indonesia (WMI) Fahmi Azhar Razis mengatakan, kondisi Desa Datar Ajab, Kecamatan Hantakan, Kalimantan Selatan masih memprihatinkan. Bangunan-bangunan di sekitar desa hancur, dan rumah warga mengalami kerusakan.
Selain banjir, tanah longsor juga menjadi penyebab hancurnya sejumlah bangunan di desa ini. Akses jalan ke desa tersebut tertutup akibat tanah longsor yang dipicu curah hujan tinggi. Akibatnya, desa ini sulit dijangkau.
"Bantuan seperti makanan instan, obat-obatan dan lainnya harus dikirim melalui helikopter oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Basarnas dibantu relawan WMI," kata Fahmi dalam program Trijaya Hot Topic petang, Selasa (2/1/2021)
Pengungsi di desa tersebut ada sekitar 30 kepala keluarga, 22 kepala keluarga kehilangan rumahnya yang disapu banjir bandang. Warga tidak bisa keluar, karena satu-satunya akses dari dan ke desa mereka tertimbun tanah longsor.
“Lokasi pengungsian sangat jauh dari tempat saya sekarang ini, dan di sana juga tidak ada sinyal. Untuk penerangan warga masih menggunakan lampu minyak dan lilin,” pungkas Fahmi. (daf)