Roadshow Mobile Laboratory BSL-2 Varian Bus Kini di Bandara Soeta

ANP • Wednesday, 6 Jan 2021 - 20:19 WIB

JAKARTA -  Laju penyebaran dan peningkatan virus SARS-CoV-2 atau Corona Virus Disease-19 (Covid-19) sampai saat ini masih meresahkan kita semua dan belum menunjukan tren penurun. Dampak krisis kesehatan (pandemik Covid-19) ini juga telah mempengaruhi semua lini sektor perekonomian, perindustrian, pendidikan, sosial dan lainnya. Tidak hanya di Indonesia, wabah ini telah menyebar ke seluruh dunia, dan menjadi masalah global saat ini.

Salah satu kunci penanganan wabah Covid-19 di Indonesia adalah peningkatan kapasitas tracing melalui peningkatan jumlah pengujian sampel terduga Covid-19. Pengujian sampel dengan metoda PCR telah menjadi golden standard di dunia, karena tingkat akurasi dan sensitivitasnya yang tinggi.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza menuturkan, seperti yang telah dinyatakan oleh WHO dan Kementerian Kesehatan, pengujian sampel terduga Covid-19 dengan metoda PCR harus dilakukan di laboratorium yang memenuhi standar keamanan hayati level-2 atau BSL-2 guna menjamin keamanan personil penguji dan lingkungan sekeliling laboratorium.

"Pemerintah telah menunjuk laboratorium pengujian PCR di Indonesia. Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan kapasitas pengujian di Indonesia saat ini telah mencapai lebih dari 95% dari target yang ditetapkan oleh WHO (1 per 1000 penduduk per pekan). Namun, sebagian besar laboratorium tersebut terpusat di kota besar, dan waktu tunggu hasil pengujian masih memerlukan waktu yang lama." tegas Kepala BPPT Hammam Riza, di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Rabu (6/1/2021). 

BPPT sebut Hammam, sesuai dengan perannya sebagai lembaga yang melaksanakan kaji terap teknologi untuk menghasilkan inovasi dan bertanggung jawab terhadap pendayagunaan dan penerapannya telah berperan dalam melaksanakan dan mendukung program riset dan inovasi prioritas nasional khususnya untuk penanggulangan Covid-19.

Untuk meningkatkan kapasitas pengujian Covid-19, BPPT telah meluncurkan inovasi mobile lab BSL-2 yang dapat dipindah-operasikan ke berbagai daerah. Mobile lab ini telah beroperasi di beberapa tempat di Indonesia agar lebih menjangkau daerah yang membutuhkan. BPPT mengembangkan mobile lab BSL-2 varian bus dengan konsep yang sama, yaitu mobile, aman, dan akurat.

Selain itu varian bus ini memiliki beberapa kelebihan dibanding generasi mobile lab sebelumnya, antara lain:

1. Dibangun dengan platform bus, untuk memperkuat konsep mobilitas, sehingga dapat mudah dioperasikan di daerah yang membutuhkan

2. Penambahan fasilitas untuk ekstraksi RNA, sehingga dapat menggunakan reagen yang lebih bervariasi (metoda magnetic beads) untuk menjaga keberlanjutan pengujian

3. Penyempurnaan layout peralatan, untuk meningkatkan akurasi data dan keamanan personil penguji

4. Penyempurnaan sistem mekanik pintu yang dapat dibuka tutup secara touchless, untuk menghindari kontaminasi

Sebagaimana dengan varian sebelumnya, Mobile lab BSL-2 varian bus menurut Hammam dibangun bersama dengan mitra industri dengan mengikuti standar WHO dan Kementerian Kesehatan untuk laboratorium pengujian PCR untuk Covid-19 dan telah diverifikasi oleh Asosiasi Biorisiko Indonesia.

Ini semua dilakukan untuk memperkuat kerangka sinergi multihelix guna mewujudkan ekosistem riset, inovasi dan industrialisasi di Indonesia. Bakti Inovasi Teknologi ini bertujuan membantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 melalui pengkajian dan penerapan teknologi, pungkasnya.

BPPT melaksanakan Roadshow Mobile Laboratory Biosafety Level-2 ke berbagai daerah di Indonesia. Mobile lab BSL-2 telah digunakan untuk pengujian sampel swab di Yogyakarta, Bali, dan Jombang pada 16 hingga 29 Desember 2020. Kali ini, Mobile lab BSL-2 dioperasikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk pengujian sampel swab dari personil Bandara. Diharapkan, kegiatan ini dapat mendukung layanan Bandara di era pandemi lagi, mengingat peran strategis Bandara dalam menunjang kegiatan ekonomi Indonesia.

Diharapkan inovasi ini dapat membantu pemerintah dalam mempercepat penanggulangan Covid-19 di Indonesia selain itu juga menjadi salah satu milestone kebangkitan inovasi Indonesia dalam rangka memperkuat daya saing industri nasional. (ANP)