MUI Masih Kaji Kehalalan Vaksin Covid Asal Cina

AKM • Wednesday, 16 Dec 2020 - 09:04 WIB

Jakarta - Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh menyatakan, pihaknya masih mengkaji kehalalan Vaksin Covid-19 dari Cina.

“Terakhir rapat tadi malam tanggal 14 Desember 2020, dilakukan kajian atas hasil auditing yang di lakukan oleh auditor, baik dari LP POM MUI maupun Komisi Fatwa.” jelas Niam, dalam diskusi MPR, Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Menurut Niam, dari hasil telaah sementara, masih dibutuhkan beberapa dokumen yang diharapkan bisa dipenuhi Sinovac dan Sinovac berkomitmen untuk memenuhinya. 

“Posisi terakhir kita menunggu dokumen yang dibutuhkan oleh tim auditor untuk melakukan telaah lebih lanjut.” ungkapnya.

Niam mengatakan MUI memberikan prioritas pembahasan terkait dengan aspek kehalalan dari vaksin Covid-19 tersebut. 

“Kalau ada pertanyaan kapan sertifikat halal atau kapan pembahasan sertifikasi halal itu? Ya tergantung pemenuhan dokumen dari Sinovac,” tuturnya.

 Disisi lain, ditempat yang sama Anggota DPR asal PKS  mengatakan Kurniasih Mufidayati mengatakan program vaksin untuk 1,2 juta dan 1,8 juta vaksin Sinovac tersebut anggarannya dari APBN. Karenanya, harus menjamin keselamatan dan keamanan bagi rakyat.

 “Maka, proses uji klinis oleh Bio Farma dan BPOM itu harus akuntabel, transparan, dan independen.”  pinta-nya.

Mengingat vaksin itu ada masa berlakunya atau expired, untuk itu pemerintah harus berhati-hati dalam mendatangkan vaksin tersebut. Apalagi Indonesia ini membutuhkan ratusan juta vaksin untuk keselamatan rakyat dari covid-19 tersebut. 

“Kami berharap proses uji klinisnya di BPOM lancar, transparan dan akuntabel sesuai standar WHO," harapnya.

Dan, menyadari Indonesia ini negara yang beragama dan berketuhanan, maka tak boleh mengabaikan kehalalan dari vaksin covid-19 dari negara manapun termasuk sinovac dari Tiongkok. Sehingga kehalalan vaksin itu tak bisa dipisahkan dari vaksin, dan mengabaikannya berarti melecehkan negara yang berketuhanan ini,” tuturnya. ( AKM)