Keraton Yogyakarta Gelar Pameran Temporer tentang Sri Sultan Hamengku Buwono II

Mus • Friday, 30 Oct 2020 - 11:48 WIB

Yogya - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menyelenggarakan pameran temporer Adhyatmaka bertajuk Sang Adiwira Sri Sultan Hamengku Buwono II. 

Pembukaan pameran ini telah digelar secara daring melalui Youtube Kraton Jogja oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Kamis, 29 Oktober 2020.

Dalam video pembukaan tersebut dilihat kilas balik Pameran Sekaten tahun 2019 yang bertemakan Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Pameran yang digelar di kompleks plataran kedhaton Keraton Yogyakarta  ini telah dibuka pada Kamis, 29 Oktober 2020 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dan akan berakhir pada Minggu, 31 Januari 2021.

Keraton Yogyakarta sekaligus meluncurkan nama Adhyatmaka sebagai sebutan untuk pameran temporer keraton setiap tahunnya. Adhyatmaka sendiri memiliki arti ilmu pengetahuan, sehingga diharapkan koleksi yang dipamerkan dalam pameran keraton dapat memberikan ilmu dan pengetahuan baru ke masyarakat

“Meski telah lebih dari 20 dasawarsa, bentuk legitimasi Sultan kedua masih dapat disaksikan seperti bangunan benteng baluwarti, pesanggrahan Rejawinangun, Cendanasari, dan Gua Siluman, serta manuskrip pusaka yang hingga kini masih tersimpan di dalam Keraton Yogyakarta. Maka, kisah Sang Perwira inilah yang kemudian kami angkat menjadi tema dalam Pameran Temporer Adhyatmaka tahun ini,” jelas GKR Bendara, Penghageng KHP Nityabudaya.

Meski pandemi membuat rangkaian Hajad Dalem Sekaten (miyos dan kondur gangsa) tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya, Keraton Yogyakarta tetap mencoba memfasilitasi edukasi budaya dengan konsep berbeda, yaitu melalui pameran Sang Adiwira Sri Sultan Hamengku Buwono II. 

Sesuai tema besarnya, pameran ini akan banyak menghadirkan koleksi Museum Keraton Yogyakarta baik yang berasal dari masa Sri Sultan Hamengku Buwono II maupun benda-benda lain yang berkaitan dengan sultan kedua dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini. Adapun benda-benda tersebut antara lain busana, batik, kristal, perak, porselen, hingga berbagai dokumentasi terkait karya seni, bangunan, serta militer.

“Pandemi covid-19 memang membatasi aktivitas sosial seluruh lapisan masyarakat. Akan tetapi, kondisi ini justru menjadi titik balik bagi seluruh sektor di masyarakat. Termasuk sektor pariwisata yang dituntut untuk terus berkembang mengakrabi area-area digital. Terobosan digital inilah yang akan diterapkan pada pameran temporer Adhyatmaka,” tutup GKR Bendara. (Ron)