
JAKARTA - Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (Hipmikindo) bekerjasama dengan LSP Koperasi Nusantara menggelar uji kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi Pendamping UMKM, dengan peserta dari berbagai unsur antara lain Aparatur Sipil Negara (ASN), Pimpinan Perguruan Tinggi, dosen yang bertugas sebagai pengelola UKM center dan pelaku usaha.
Ketua LSP Koperasi Nusantara, Fitri mengatakan, LSP Koperasi Nusantara sudah berkontribusi banyak kepada negara dalam berperan andil meluluskan ribuan pendamping umkm di seluruh Indonesia.
“Kami berusahaan memberikan yang terbaik dalam pelaksanaan Uji Kompetensi, assessor yang berkualitas’, tegas Fitri, di Kampus Universitas Sahid Jakarta, Senin (31/08/2020).
Acara dihadiri oleh Komisioner BNSP Bonardo Aldo Tobing, Deputi Restrukturisasi, Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satria, Staff ahli bidang Ekonomi Kemenko PMK Aris Dharmansyah dan para pelaku umkm.
Sedangkan, Rektor Universitas Sahid Profesor Kholil M. Kom mengatakan, berkomitmen untuk ikut membantu UMKM, dengan mendirikan UKM center yang berbasis teknologi.
"Kami saat ini ikut membantu dalam pendataan dana bansos yang diberikan pemerintah," katanya
Sementara itu, Ketua Umum Hipmikindo yang juga menjabat ketua di Dekopin Jakarta, Syahnan Phalipi menegaskan, bahwa UMKM saat ini menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Menurutnya, saat pandemi Covid-19, peran pendamping UMKM menjadi sangat penting agar perekonomian kembali berputar.
“UMKM kita saat ini mejadi tulang punggung perekonomian Indonesia, apalagi masa covid yang meluluh lantahkan perekonomian, peran paling penting itu sangat dibutuhkan agar ekonomi kita segera pulih, peran pendampingan UMKM amat penting untuk menjalankan ronda perekonomian Indonesia kembali berputar," ujar Syahnan.
“LSP Koperasi Nusantara adalah LSP yang terbaik yang kami pilih untuk melakukan Uji Kompetensi kepada anggota Hipmikindo, sebelum uji kompetensi DPP Hipmikindo memberikan bimtek kepada pendamping UMKM kerjasama ini banyak menjadikan umkm menjadi sdm yang kompeten sehingga usaha mereka akan berkembang dan maju, serta mampu bertahan disaat covid-19," tambah Jurika selaku koordinator kegiatan tersebut.
Hal senada juga disampaikan Komisioner BNSP Bonardo Aldo Tobing. Menurutnya, persaingan setelah covid-19 semakin ketat, maka diperlukan pengakuan berupa sertifikat kompetensi,
"Uji kompetensi ini dilakukan oleh LSP Koperasi Nusantara yang diselenggarakan oleh Hipmikindo secara berkelanjutan," katanya.
Acara Uji kompetensi ini juga berbarengan dengan penanda tanganan MOU antara Hipmikindo dan Universitas Sahid yang disaksikan oleh Deputi retrukrisasi Kementerian Koperasi.
Deputi Restrukturisasi Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satria, mengatakan kerjasama itu adalah langkah kongkrit terobosan dalam mengatasi covid-19.
"Kita tidak tidak bisa mengisolasi antara ekonomi dan kesehatan, maka UMKM harus bangkit dengan berbagai cara kteatif," kilahnya.
Peserta ujian menyambut baik kegiatan uji kompetensi ini, salah satu peserta Pimpinan Perguruan Tinggi Ganesha, Syarif Hidayatullah mengatakan bahwa pendamping UMKM diharapkan dapat meningkatkan kualitas dengan memiliki sertifikasi guna turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas UMKM di Indonesia.
"Kami bertekad untuk membantu UMKM dangan memberikan pendampingan di kampus Ganesha serta Tangsel dan sekitarnya," tambahnya. (ANP)