Bantu Warga Tak Mampu, Anggota DPRD DKI Jakarta F-PAN Lukmanul Hakim Sumbangkan Gaji Untuk Pasang Wifi Gratis di Pemukiman Padat Penduduk

FAZ • Monday, 3 Aug 2020 - 18:37 WIB

Jakarta - Sistem pembelajaran secara online, telah menyebabkan beban bagi orang tua siswa meningkat untuk membeli paket data.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Lukmanul Hakim yang mendapati keluhan warganya terkait banyaknya orang tua anak didik yang mengeluh karena kesulitan mengakses internet, Hakim bergegas menyediakan akses internet gratis untuk pelajar.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Lukmanul Hakim mengatakan, program tersebut merupakan solusi atas keluhan orang tua murid dan para pelajar, karena bantuan internet gratis dari pemerintah tak kunjung ada.

Bahkan tak hanya satu lokasi, ia langsung memasang jaringan internet sebanyak 7 titik di pemukiman padat penduduk di wilayah Jakarta Barat bagi pelajar yang tengah mengikuti proses belajar mengajar secara daring.

"Tentunya saya dengar keluhan masyarakat, hingga akhirnya saya memutuskan menyumbangkan sebagian gaji saya untuk memasang free wifi di 7 titik RW kumuh, padat penduduk," kata Hakim kepada wartawan, Senin (3/8/2020).

"Ada di RW 14 kelurahan duri kosambi, RW 06 Kelurahan duri kosambi, RW 01 kelurahan semanan, RW 07 Kelurahan Semanan, RW 09 di kelurahan kamal, RW 01 duri Kosambi, RW 04 Duri kosambi, yang padat penduduk di wilayah jakarta barat," tambah Hakim.



Awalnya, ada beberapa warga yang anaknya sekolah secara daring ini mengeluhkan paketan internet untuk belajar daring. Mereka mengadu ada sejumlah kendala, ada akses internet yang sulit sampai mengeluh soal tak ada biaya untuk beli paket internet.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta ini mengatakan, kenyataan ini sangat miris lantaran masih banyak permukiman kumuh di kota sebesar Jakarta.

Terlebih, warga yang tinggal di dalamnya kesulitan akses internet untuk anaknya sekolah di tengah pandemi Covid-19 ini.

"Ya saya melihat banyak keluhan dari masyarakat tentang paket internet maupun wifi, mereka itu menjadi beban khususnya bagi warga kurang mampu, beban sehari-hari mereka harus menambah beban uang dapur, uang harian mereka, uang belanja, ada yang 20 ribu, ada yang 30 ribu per hari, 150 ribu per bulan," ucapnya, Senin (3/8/2020).

Dirinya berharap, pemerintah pusat ataupun pemprov dki Jakarta memberikan solusi atas permasalahan ini untuk menyediakan Wifi gratis di tempat-tempat umum di Jakarta yang bisa diakses oleh masyarakat khususnya para pelajar di Provinsi DKI Jakarta.

"Mereka butuh bantuan dari pemerintah tapi sangat lamban, tentu kami dan saya sendiri punya inisiatif menyumbangkan gaji saya untuk memasang wifi agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk belajar daring secara gratis," pungkas Hakim.