Epidemiolog : Kantor Jadi Lokasi Risiko Penularan Covid-19

Vir • Wednesday, 15 Jul 2020 - 07:11 WIB

JAKARTA – Dalam beberapa hari belakangan, kasus positif virus corona (Covid-19) ditemukan di lingkungan perkantoran, baik di institusi negara maupun perusahaan swasta.

Mengenai hal tersebut, pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI), Syahrizal Syarif mengatakan, banyak ditemukannya karyawan kantor positif corona merupakan imbas dari pelonggaran yang memperbolehkan bekerja secara tatap muka di kantor.

"Pelonggaran seperti ini kan sudah pasti akan meningkatkan frekuensi pertemuan orang tatap muka," kata Syahrizal kepada Okezone di Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Dia tak memungkiri saat ini kantor menjadi tempat berisiko terjadinya penularan Covid-19, meskipun beberapa tempat lain mempunyai risiko lebih tinggi lagi.

"Iya (termasuk berisiko), walaupun sebetulnya tidak setinggi misalnya pabrik, pondok pesantren, atau sekolah berasrama," katanya.

Lebih lanjut Syahrizal mengatakan, jika masyarakat menaati protokol kesehatan seperti menggunakan masker saat bekerja, potensi penularan Covid-19 pun menjadi bekurang.

Hanya saja, masyarakat kerap abai dengan penggunaan masker. Hal inilah membuat penularan menjadi cepat karena saling bertatap muka.

"Kalau semua orang di kantor menggunakan (masker) dalam bekerja kemungknan tertular di bawah 5 persen. Masalahnya mereka ketemu temen lama, temen yang udah biasa rasanya kalau ketemu temen enggak apa-apa, ya susah," katanya.

"Dan itu ketemu setiap hari, makan bareng, kerja bareng, dan jalan bareng itu problem. Artinya dalam situasi seperti sekarang di mana wabah itu fluktuatif," ucapnya.

sebagaimana diketahui, sebanyak tujuh pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) positif terinfeksi virus Corona (Covid-19) medio Mei hingga Juli 2020. Dari tujuh pegawai tersebut, lima di antaranya dinyatakan sudah sembuh dan dua lainnya masih dikarantina, baik di rumah sakit maupun mandiri.

Kemudian seorang pegawai Lembaga Administrasi Negara (LAN) meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona (Covid-19). Korban atas nama Dian Alin Mulyasari yang bertugas sebagai Analis Kebijakan Muda sekaligus Koordinator Humas dan Protokol LAN. (Vir)

Sumber: Okezone.com