Menjaga Rasa Memiliki Perusahaan Meski WFH

• Wednesday, 15 Apr 2020 - 21:10 WIB

Jakarta - Selama sebulan diberlakukannya WFH, bagaimanakah kinerja layanan keuangan di Indonesia? Apakah tetap berjalan dengan baik? Atau justru, banyak kendala yang terjadi? Apalagi institusi finansial merupakan sektor yang paling krusial karena mengurusi uang masyarakat.

Dilansir dari hasil pertemuan via Zoom video conference yang diinisasi oleh Flip.id, 3 institusi finansial yang mewakili beberapa sektor penting di industri keuangan membuktikan bahwa mereka tetap dapat mempertahankan kualitas layanan dengan baik bahkan dapat berkontribusi lebih selama pandemi.
Apa saja yang mereka telah lakukan?

Berikut pernyataan Ginanjar Ibnu Solihin selaku Co-Founder dari Flip.id mewakili startup fintech kategori pembayaran.
Apa yang perusahaan lakukan untuk tetap menjaga kualitas layanan di tengah situasi pandemi?
Flip.id:
Sejak awal WFH dianjurkan pemerintah, Flip.id berangkat dari skenario terburuk yaitu bagaimana jika lockdown diterapkan. Sebagai startup fintech, sistem kerja fleksibel dengan penerapan smart hour (jam yang diatur oleh karyawan) telah diterapkan di beberapa divisi di Flip.id seperti divisi IT sehingga penyesuaian WFH bisa diterapkan dengan lancar. Khusus divisi Operasional yang bertugas melayani seluruh pengguna aplikasi Flip.id, manajemen memberikan insentif berupa paket data internet kecepatan tinggi serta perlengkapan komputer kantor yang dapat dibawa ke rumah masing-masing.

Hal yang paling Flip.id prioritaskan adalah bagaimana menjaga sense of belonging (rasa kepemilikan) karyawan terhadap perusahaan agar tidak berkurang. Sebagai bentuk antisipasi, Flip.id melakukan townhall (pertemuan seluruh karyawan) dalam video conference dalam 2 jenis yaitu Update Serius dan Update Santai.

Update Serius untuk memberikan perkembangan terbaru seputar pertumbuhan dan kualitas layanan perusahaan. Update Santai adalah untuk meningkatkan emotional bonding antar kolega seperti bermain game online bersama, membahas hal-hal yang viral dan lucu, serta update-update seru yang tidak selalu berhubungan dengan pekerjaan.
Penting untuk menjaga agar karyawan tetap merasa masih menjadi bagian dari perusahaan, terutama jika karyawan sudah sebulan tidak ke kantor untuk berinteraksi secara langsung dengan kolega.

Berdasarkan penelitian di Forbes, karyawan yang memiliki sense of belonging yang tinggi terhadap perusahaan, 56% lebih tinggi menghasilkan performa kerja yang baik dibanding yang tidak. Oleh karena itu, guna menjaga kualitas layanan, kami fokus untuk meningkatkan sense of belonging karyawan. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan kesehatan dan kebutuhan karyawan serta mendayagunakan teknologi yang ada untuk tetap terus memberikan fasilitas yang terbaik kepada karyawan dan pengguna.

Kontribusi apa yang telah perusahaan lakukan selama pandemi ini?
Flip.id:
Salah seorang tim kami, awalnya berinisiasi mengajak tim Flip.id untuk memberikan bantuan bagi mereka yang paling membutuhkan di tengah wabah ini yaitu tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan dan memiliki risiko tertinggi untuk terpapar virus, namun masih dihadapkan pada keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD) memadai.

Selain itu juga golongan masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah yang kebanyakan bekerja di sektor informal dan memiliki risiko tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya di saat pemerintah menyarankan masyarakat untuk berdiam diri di rumah.
Lalu kami berpikir mengapa tolong-menolong ini harus berhenti pada tim Flip.id saja? Padahal, ada jutaan orang yang menggunakan Flip.id, dan kami yakin bahwa banyak dari pengguna Flip.id yang juga ingin ikut membantu.

Oleh karena itu, Flip.id telah mengajak seluruh pengguna untuk ikut berdonasi dan melawan virus corona melalui platform Kitabisa. Kami yakin, sebagian dari biaya transfer antar bank sebesar Rp6500 yang sudah dihemat karena menggunakan aplikasi Flip.id bisa dialokasikan untuk membantu Indonesia melawan corona. Alhamdulillah, saat ini kami berhasil mengumpulkan donasi senilai Rp 162.794.823 dan sebagian donasi telah disalurkan ke RSUD Bima di daerah Nusa Tenggara Barat dan menyusul penerima donasi lainnya dalam bulan ini.

(*)