
Bekasi - Pemerintah kota Bekasi mengimbau warga agar menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.
Wakil walikota Bekasi, Tri Adhianto, kepada Trijaya FM, menyampaikan pesan kepada seluruh warga masyarakat pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), agar disiplin memakai masker dalam kondisi apapun pada saat beraktivitas di luar rumah. Yang kedua, patuhi penyesuaian berkendara sesuai dengan kapasitas angkut yang telah ditetapkan. Ketiga, lakukan social dan physical distancing di mana saja berada. Dan yang terakhir, tetap berada di rumah.
"Keluar rumah hanya untuk sesuatu yang sangat penting saja," demikian disampaikan Tri Adhianto.
Sementara itu pada hari pertama diberlakukannya PSBB hari ini, suasana di Bekasi terlihat berbeda.
Banyak akses jalan di kompleks-kompleks yang ditutup. Ada yang sama sekali tidak bisa dilewati, baik oleh pejalan kaki sekalipun. Ada pula yang memberlakukan sistem buka tutup portal atau pintu gerbang. Hanya warga setempat yang diperbolehkan lewat. Itupun dijaga oleh warga. Untuk mereka yang hendak masuk, wajib cuci tangan dengan air dan sabun serta hand sanitizer yang disediakan.
Beberapa RW membagikan cairan disinfectant kepada setiap keluarga, untuk disemprotkan pada benda-benda yang sering tersentuh tangan.
Suasana yang sedikit berbeda juga terlihat di pasar kompleks. Salah satunya di pasar Rawa Lumbu Bekasi. Beberapa toko atau kios yang berada di sana, memasang pembatas, sehingga pembeli dengan penjual atau pembeli satu dengan yang lain tetap berjarak. Ada yang menggunakan tali rafia sebagai pembatas, ada juga yang menggunakan kardus-kardus yg ditumpuk.
Warga masyarakat tampaknya cukup patuh menggunakan masker saat berada di luar rumah. Namun imbauan untuk menjaga jarak (physical distancing) di pasar tradisional tampaknya belum berjalan sesuai yang diharapkan. Masih banyak warga yang berdempet-dempetan. (Ret)