
Selama sebulan diberlakukannya WFH, bagaimanakah kinerja layanan keuangan di Indonesia? Apakah tetap berjalan dengan baik? Atau justru, banyak kendala yang terjadi? Apalagi institusi finansial merupakan sektor yang paling krusial karena mengurusi uang masyarakat.
Dilansir dari hasil pertemuan via Zoom video conference yang diinisasi oleh Flip.id, 3 institusi finansial yang mewakili beberapa sektor penting di industri keuangan membuktikan bahwa mereka tetap dapat mempertahankan kualitas layanan dengan baik bahkan dapat berkontribusi lebih selama pandemi.
Apa saja yang mereka telah lakukan?
Berikut hasil wawancara bersama Bp. Bambang Sutrisno selaku Corporate Secretary BNI Syariah mewakili industri perbankan. Apa yang perusahaan lakukan untuk tetap menjaga kualitas layanan di tengah situasi pandemi?
Filosofi bank syariah berasal dari ekonomi Islam, dan terdapat 5 dasar tujuan bersyariat dalam Islam: menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga harta, dan menjaga keturunan. Tujuan BNI Syariah yang utama terlebih lagi di tengah pandemi adalah menjaga jiwa dan harta.
Menjaga jiwa pegawai dan nasabah dan menjaga harta nasabah. BNI Syariah memastikan kebutuhan transaksi dapat dipenuhi dan keutuhan jiwa tidak terancam.
Sebagai implementasinya, BNI Syariah menerapkan sistem WFH secara bergilir, yakni 75% pegawai menjalankan WFH dan 25% pegawai menjalankan operasional di kantor cabang dan di kantor pusat.
Realisasi yang dilakukan BNI Syariah selama pandemi juga dengan mengajak nasabah untuk lebih melakukan transaksi online untuk meminimalisir kontak fisik.
Jika nasabah harus datang ke bank, maka di setiap kantor cabang BNI Syariah nasabah akan diperiksa suhu tubuhnya terlebih dahulu. Jika nasabah terindikasi sakit, kantor cabang BNI Syariah telah bekerjasama dengan puskesmas setempat sebagai tempat rujukan nasabah yang sakit.
Di dalam kantor cabang, tempat duduk baik untuk pegawai dan ruang tunggu nasabah diatur dengan jarak yang telah dianjurkan WHO. Meja kerja antar pegawai pun dipisahkan dengan akrilik dan seluruh area dilengkapi dengan hand sanitizer.
Seluruh pegawai yang berperan di posisi kritikal akan diberikan fasilitas kesehatan secara lengkap. Seluruh pemimpin cabang memberikan laporan setiap pagi lewat video conference untuk melaporkan kondisi kesehatan pegawai.
Jika ada yang terindikasi gejala COVID-19 atau ODP, maka manajemen menyiapkan tempat tinggal khusus yang dilengkapi dengan fasilitas dan makan-makanan yang sehat dan dibebastugaskan selama 14 hari dengan tetap digaji.
Dengan memastikan kesehatan pegawai dari sisi pelayanan dan fasilitas, maka pegawai merasa tenang, percaya dengan perusahaan, dan tidak tertekan dengan keadaan. Mereka akhirnya dapat memberikan kinerja layanan terbaik selama pandemi.
(*)