
Bekasi - Salah satu sektor usaha yang terkena dampak pandemi Covid-19 adalah konveksi. Pesanan seragam dari kantor, pabrik, instansi dan yang lainnya, otomatis terhenti sejak mewabahnya penyakit yang sudah menelan banyak korban jiwa itu. Mesin jahit tak berputar, pemasukan pun praktis tak ada. Imbasnya bukan hanya dirasakan pemilik konveksi, melainkan juga para pekerjanya (penjahitnya).
Supaya mesin jahit tetap berputar, dan penjahit tetap ada pemasukan, para pengusaha konveksi pun beralih pada produksi yang mendadak booming. Alat Pelindung Diri (APD) dan masker kain. Dua barang yang paling banyak dibutuhkan saat ini. APD untuk tenaga medis, dan masker kain untuk warga masyarakat.
Diana, adalah salah satu pemilik konveksi di kawasan Bekasi Timur, yang kini memproduksi APD dan masker kain. Sekitar 20 penjahit, yang biasanya menjahit topi, baju, dan aneka seragam lainnya, kini beralih menjahit APD dan masker kain.
Kepada Trijaya FM, Diana, menjelaskan APD buatannya mengikuti standar yang sudah ditetapkan, baik bahan maupun modelnya. Sedangkan untuk masker, model yang dibuatnya simpel, tapi terdiri dari dua lapis, dengan harga yang sangat terjangkau. Dalam sehari konveksi ini mampu memproduksi 500 APD (yang rata-rata dipesan oleh instansi maupun orang pribadi yang mau berdonasi) dan sekitar 2.000 masker berbahan kain batik dan kaos.
Untuk bahan masker, konveksi ini tidak kesulitan sama sekali. Sedangkan untuk bahan APD, Diana mengaku sudah mulai kesulitan. "Harga bahan pembuat APD dari distributor juga sudah mahal, naik lebih dari 200 persen", pungkas Diana. (Ret)