Gunakan Drone, Pemkot Surabaya Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Perkampungan

• Monday, 23 Mar 2020 - 14:57 WIB

Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya  melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Yang terbaru, pemkot mulai menggunakan drone untuk memaksimalkan penyemprotan disinfektan di jalanan dan kampung-kampung di Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memimpin langsung penyemprotan disinfektan melalui drone ini. Ia memulai penyemprotan di jalanan dan Kampung Kebangsren Kecamatan Genteng Kali, Surabaya, Senin (23/3/2020). Dengan menggunakan drone, ia berharap penyebaran cairan disinfektan bisa lebih massif ke berbagai penjuru kota.

Sebelum memulai penyemprotan, Wali Kota Risma terlebih dulu berkeliling dari gang satu ke gang berikutnya untuk mengimbau masyarakat agar membuka pintu rumah dan jendela. Upaya ini dilakukan supaya desinfektan yang disemprotkan menggunakan drone bisa masuk sampai ke dalam rumah.

"Kulo nuwun (permisi) Bapak-Ibu, ayo pintunya dibuka. Tak tunggoni (ditunggu) sampai buka pintu. Ini tidak bahaya, tidak usah takut. Setiap hari badan saya disemprot juga pakai (disinfektan) ini, tidak apa-apa,” kata Wali Kota Risma sembari menggunakan alat pengeras suara.

Menurut Wali Kota Risma, sebenarnya alat drone itu digunakan untuk pertanian. Cara ini dinilai sangat efektif untuk menyemprot wilayah perkampungan mengingat banyak kabel yang bergelantungan. Ia juga memastikan bahwa akan mengerahkan semua resource untuk mengejar waktu dalam mengantisipasinya. 

“Untuk menekan lebih banyak korban, kita kerahkan cara apapun. Makanya kita dikejar waktu,” ungkapnya.

Wali Kota Risma juga mengerahkan pasukan tim Walang Kadung milik Dinas Pemadam Kebakaran untuk mensterilisasi rumah warga dengan semprotan cairan desinfektan. 

“Semua kita optimalkan, termasuk tim Walang Kadung juga keliling,” tegasnya.

Disela-sela penyemprotan itu, Wali Kota Risma tak lupa memperhatikan warganya agar tetap menjaga jarak minimal satu meter. Ia pun meminta kepada mereka agar tidak keluar rumah jika tidak mendesak. Bahkan, bentuk perhatiannya tak sampai di situ saja, ia meminta kepada RT/RW setempat untuk memperhatikan warganya terkait permakanan.

 "Nanti kita siapkan permakanan tambahan. Barangkali ada warga tidak bisa berjualan atau bekerja karena wabah ini,” urainya.

Risma memastikan semua upaya ini, akan terus dilakukan untuk menjaga dan melindung warga Surabaya sampai situasi dinyatakan  kembali kondusif oleh pemerintah pusat.

“Bukan saya yang menetukan tapi pemerintah pusat. Karena itu penilaian memang dilakukan oleh pemerintah pusat,” jelas dia. (Hermawan)