Perjumpaan dalam John Wick: Chapter 3 - Parabellum
Wednesday, 15 May 2019
Perjumpaan dalam John Wick: Chapter 3 - Parabellum

Genre: Action

Sutradara: Chad Stahelski 

Pemeran: Keanu Reeves, Halle Berry, Ian McShane, Yayan Ruhian, Cecep Arif Rahman

DurasI; 2,5 jam

Distributor: Prima Cinema

Mulai tayang hanya di bioskop XXI: 15 Mei 2019

Banyak perjumpaan mengesankan di John Wick: Chapter 3 - Parabellum.

Pecinta action dan beladiri dapat berjumpa dengan berbagai teknik berkelahi lengkap dengan beragam senjata, mulai dari tangan kosong, pisau, sampai senapan canggih, yang ditampilkan melalui ketegangan terus-menerus.

Bagi masyarakat pencak silat, keseruan makin terasa lengkap karena berbagai jurus ditampilkan pesilat kebanggan Indonesia: Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman, yang berperan sebagai Shinobi 2 dan Shinobi 1. 

Mereka bahkan memakai pisau karambit dan menyiapkan kejutan khusus bersama bintang utama Keanu Reeves. 

Meski memainkan anak buah jagoan dari Jepang, tetapi bagi penonton tanah air, Yayan dan Cecep mampu menyelipkan kebanggaan lewat aksi dan dialog singkat mereka. 

Dalam konferensi pers di XXI Plaza Indonesia Jakarta, Selasa (14/5/2019), Yayan berharap kebanggaan tersebut dapat dirasakan semua orang setanah air.

"Pencak silat dulu hanya hadir dari festival ke festival, dan hanya bisa dinikmati penggemar beladiri. Kini di layar lebar apalagi Hollywood, ini adalah kebanggaan dan kesempatan mengenalkan pencak silat ke generasi muda Indonesia," kata pelatih silat terkemuka itu. 

Yayan mengaku khawatir, dalam beberapa tahun ke depan, anak-anak Indonesia harus belajar ke orang luar. 

Silat yang turut membawanya tampil dalam Star Wars: Episode VII - The Force Awakens (2015), belum menjadi primadona di dalam negeri. 

Yayan menceritakan, "Perguruan silat biasanya berbiaya murah bahkan gratis, tetapi orang malas, sedangkan beladiri luar yang biaya berlatihnya mahal, lebih disukai. Mudah-mudahan silat juga bisa menjadi kebanggaan."

Sementara pesilat Cecep Arif Rahman menyoroti kepercayaan tim produksi atas profesionalitas mereka. 

"Ada perubahan-perubahan adegan, yang membuat kami diminta berlatih lagi biar pun libur. Apapun yang mereka mau, mereka percaya kami profesional, siap secara fisik, mental, dan teknik," cerita Cecep.

Pesilat yang mulai berakting dalam "The Raid 2 Berandal" itu juga mengungkapkan ide tokoh John Wick sedikit berbahasa Indonesia, datang dari Keanu, yang harus dilatihnya dalam semalam, sehingga menjadikan adegan kian menarik.

Karenanya, kalau pun kita bukan fans film laga, maka adu akting Keanu, Yayan, dan Cecep bisa menjadi hiburan yang akan diingat, bukan sekadar penampilan petarung latar sambil lalu saja.

Selain berjumpa dengan elemen bernuansa Indonesia, penonton juga akan menemui John Wick yang dikejar-kejar di sana-sini. Perbururan terhadapnya dimulai ketika dia melarikan diri, dikucilkan (excommunicado), dan menjadi target berhadiah jutaan dolar bagi yang berhasil membunuh John Wick.

Pembunuh legendaris itu berusaha mencari jalan keluar dari New York, ke Casablanca, sampai padang gurun. Dia harus melawan pimpinan kelompok internasional, dibantu orang-orang di sekelilingnya, termasuk Sofia di Maroko yang diperankan Halle Berry.

Siap-siap berjumpa John Wick menjalani segala pertarungannya yang maksimal, dengan berbagai tantangannya, di perpustakaan dan stasiun sentral New York, ruangan koleksi pisau, di kandang kuda, di jembatan New York, di pasar Casablanca, ruangan serbakaca, dan di hotel Continental.

Sampai jumpa dalam perang terbaru John Wick, para bellum.

(MAR)