Brightburn yang Membuyarkan Konsep Superhero
Friday, 10 May 2019
Brightburn yang Membuyarkan Konsep Superhero

Genre: Horor, superhero

Sutradara: David Yarovesky (The Hive)

Penulis: Mark Gunn, Brian Gunn

Pemeran: Elizabeth Banks, David Denman, Jackson A. Dunn, Matt Jones, Meredith Hagner

Distributor: Sony Pictures

Durasi: 1,5 jam

Mulai tayang di bioskop Indonesia: 10 Mei 2019

Superhero biasanya rupawan, baik hati, dan bisa menolong siapa saja bahkan umat manusia. 
Meski harus melakukan kekerasan pada lawannya, superhero juga memperlakukannya dengan manusiawi, penuh rasa keadilan.  Mereka juga sayang keluarga, hormat pada orang tua, jujur, tidak sombong, dan segudang sifat positif lainnya.

Nah, untuk Anda yang bosan dengan pakem komik tersebut, "Brightburn" bisa menjadi pilihan. 

Produser James Gunn, yang juga berada di balik layar "Guardians of the Galaxy" dan "Slither", mengusung genre unik: horor superhero. Hasilnya "Brightburn" menampilkan adegan demi adegan sadis dan mengerikan, yang tetap seru diikuti sampai akhir bagi penonton dewasa.

Penulis naskah Brian Gunn & Mark Gunn (Journey 2: The Mysterious Island) memiliki ide menarik untuk "Brightburn".

"Ada tradisi sejak zaman Musa sampai cerita superhero masa kini, tentang anak yatim piatu yang ditemukan di alam liar. Mereka biasanya tumbuh sebagai pahlawan baik hati, namun kami penasaran, apa yang terjadi jika terjadi sebaliknya, dan si anak menjadi jahat," kata Brian Gunn.


Ide tersebut diceritakan melalui pasangan Tori dan Kyle Breyer. Setelah bertahun-tahun berusaha dan berdoa memiliki anak, Tori menemukan bayi misterius di hutan belantara. Mereka menamainya Brandon, dan mengasuhnya dengan penuh kasih sayang seperti anak sendiri.

Brandon yang manis berubah menjadi jahat ketika memasuki usia pubertas. Seperti termanifestasi kekuatan jahat, Brandon memiliki berbagai kekuatan super, bisa terbang, dapat menghancurkan besi sekali pun, tak pernah bisa berdarah, penuh dendam, dan kejam.

Perubahan itu sebenarnya disadari Tori dan Kyle. Sebagai orang tua, mereka mulai menaruh curiga dengan tingkah Brandon. Di sisi lain, beberapa orang di sekitar keluarga Breyer, termasuk teman sekolah Brandon, mengalami kejadian buruk bahkan mematikan secara brutal. Namun komitmen mereka, khususnya Tori sebagai ibu, tak terbendung untuk tetap mencintai Brandon apa adanya, apa pun yang disangkakan orang-orang sekitar. 


Berlatar kehidupan area peternakan / pertanian di wilayah Midwestern Amerika Serikat, "Brightburn" menggunakan suasana horor rumah tua di lingkungan sepi serba sunyi dan kosong.

Untuk memaksimalkan tampilan brutal, sutradara David Yarovesky (The Hive) bekerja sama dengan para ahli di perusahaan visual efek Trixter, yang pernah berkolaborasi dengan produser James Gunn di Guardians of the Galaxy Vol. 2. 

"Bagi saya, efek visual itu tentang kekerasan mengejutkan yang akan muncul tepat di mata penonton, dengan senyata mungkin, " kata Yarovesky.

Awalnya, naskah "Brightburn" disusun secara lebih sederhana dengan budget yang kecil. Tetapi sutradara Yarovesky dan produser eksekutif Simon Hatt berpikir, "Brightburn" memiliki potensi yang jauh lebih besar. Mereka membayangkan horor tanpa henti, berakar seperti ikon-ikon komik, yang telah terasa begitu akrab bagi para penonton bioskop, sehingga menghasilkan kejutan dan ketakutan di sana-sini.

"Mereka mendorong kami untuk memainkan elemen superhero, bahkan lebih dari yang tercantum dalam naskah asli," kata Mark Gunn. Mereka juga menyadari, banyak kekuatan superhero yang bisa jadi menakutkan ketika ditampilkan secara horor. 

"Terbang bisa tampak seperti hantu. Mata laser bisa menjadi seperti setan. Kekuatan super bisa jadi mengerikan. Banyak kemampuan super, jika Anda mengubahnya hanya beberapa derajat, jadilah horor bertubi-tubi," tambah Brian Gunn. 

Sementara sineas James Gunn menitikberatkan "Brightburn" pada genre superhero yang belum pernah ada sebelumnya. "Film superhero yang diangkat dari angle horor sepenuhnya. "Brightburn" juga lebih jujur dalam mitos superhero, karena sebenarnya ada ide menakutkan dari alien super-powered yang datang ke Bumi. Tori Breyer, ibu angkat Brandon Breyer pikir, anaknya akan membawa kebaikan bagi dunia dan menolong kita, tetapi bukan itu yang terjadi. Sepanjang film, kita tahu dia adalah hantu, anak setan, dan begitulah "Brightburn" yang sebenarnya," kata James Gunn. 

Jadi, untuk Anda penikmat horor, yang siap stres dengan detail aksi pembunuhan kejam, maka "Brightburn" dapat disaksikan lengkap dengan pakem superhero, yang tidak bahkan jauh sama sekali, dari tampilan ramah anak, namun tetap mempertahankan super power termasuk kemampuan terbang, kostum, dan logo khas superhero.

(MAR)