Selain IHSG, Jokowi Effect Juga Perkuat Rupiah
Thursday, 18 April 2019
Selain IHSG, Jokowi Effect Juga Perkuat Rupiah
Uang Rupiah

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan usai libur Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Penguatan itu dimotori oleh Jokowi Effect. Melansir YahooFinance tercatat Rupiah hingga pukul 15.12 WIB berada di level Rp14.035 per USD.

 

Direktur Riset Centre of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menyatakan, penguatan mata uang Garuda itu tak lepas dari Jokowi Effect mengacu kepada hasil hitung cepat (quick count) berbagai lembaga survei yang menunjukkan kemenangan pasangan calon (paslon) 01 Jokowi-Ma'ruf dari paslon 02 Prabowo-Sandi. Di mana pasar menyambut baik kemenangan sementara petahana.

 

"Penguatan Rupiah hari ini efek sementara dari hasil Pilpres, euforia kemenangan Jokowi," ujarnya kepada Okezone, Kamis (18/4/2019).

 

Meski demikian, Piter mengatakan masih ada potensi Rupiah akan terkoreksi di pekan depan. Pasalnya, belum ada hasil penghitungan resmi dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU), sehingga investor masih akan wait and see.

 

"Paslon 02 bahkan malam tadi masih mengklaim kemenangan. Jadi belum resmi hasilnya dan ada kemungkinan berlanjut ke gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Jadi investor masih akan menunggu," jelas dia.

 

rupiah

 

Sekalipun hasil resmi KPU juga memenangkan Jokowi, namun tetap ada potensi gangguan jika kubu Prabowo tetap menyangkal kemenangan lawannya. Hal ini tentu mempertimbangkan keputusan investor.

 

"Kalaupun Prabowo menerima (kekalahan), Rupiah masih tetap dipengaruhi juga oleh kondisi global. Kalau globalnya tetap dovish, Rupiah dalam jangka menengah panjang berpotensi menguat," jelas dia.

 

Sekedar diketahui, dalam pantauan Okezone, dari 4 lembaga survei pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul dengan suara sekitar 53%-55%, sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga sekitar 44%-46%.