A Private War: Senjata Paling Ampuh adalah Kebenaran
Friday, 08 March 2019
A Private War: Senjata Paling Ampuh adalah Kebenaran

Genre: Drama, biografi

Sutradara: Matthew Heineman

Pemeran: Rosamund Pike, Jamie Dornan, Tom Hollander, Stanley Tucci

Durasi: Hampir 2 jam

Mulai tayang di bioskop Indonesia: 9 Maret 2019 midnight show

 

“You're never gonna get to where you're going if you acknowledge fear." - Marie Colvin. 

Drama biografi "A Private War" bercerita tentang keberanian jurnalis pemenang berbagai penghargaan, yang gugur dalam tugas, Marie Colvin. 

Almarhumah adalah penerima: 

2000 – Journalist of the Year, Foreign Press Association
2000 – Courage in Journalism, International Women's Media Foundation
2001 – Foreign Reporter of the Year, British Press Awards
2009 – Foreign Reporter of the Year, British Press Awards
2012 – Anna Politkovskaya Award, Reach All Women in War (RAW in WAR)
2012 – Foreign Reporter of the Year, British Press Awards

Berasal dari Amerika Serikat, Marie bekerja untuk koran Inggris The Sunday Times, di mana dia mulai berkeliling dunia, mengunjungi negara-negara paling berbahaya, untuk meliput perang saudara mereka. Marie selalu ditempatkan di kawasan konflik dan area perbatasan Timur Tengah, di antaranya Afghanistan, Irak, Libya, dan Suriah. 

Diawali dengan adegan pada awal karier, Marie digambarkan tempramental, perokok dan peminum berat, sampai mengalami nasib buruk dengan mantan suaminya.

Karena keberanian di medan perang, dia sampai kehilangan mata kiri setelah terkena ledakan di Sri Lanka. Meski berusaha menyerah, Marie tetap ditembak, sehingga mata kirinya terluka, rusak, dan terpaksa harus memakai penutup mata sebelah. Namun, kondisi itu tak menghentikannya untuk menyuarakan kebenaran sebagai wartawan. Dia bahkan rela mengorbankan kehidupan percintaannya demi dedikasi atas profesinya. 

Rangkaian serangan dan kecemasan membuat Marie direhabilitasi untuk mengatasi gangguan pascakejadian traumatis. 

Didiagnosis gangguan Post Traumatic Stress Disorder (Ptsd), Marie masih bertekad mencari cerita baru. Dia juga berdebat dengan bosnya, Sean Ryan, agar tetap terjun ke lapangan. Usaha menghentikan tekadnya dalam meliput, selalu gagal. Marie berkeras menjalani tugas apa pun resikonya. 

Marie juga sempat pergi ke Ramallah - Irak, mengekspos kuburan massal yang membuktikan kekejaman pasukan Saddam Hussain pada bangsanya sendiri.

Pengalaman demi pengalaman terangkai, dan mengantarkannya ke akhir hayat.

Pada 2012 Marie membuat berita tentang Kota Homs di Suriah. Tak sadar sedang terjadi kudeta, Marie beserta tim terjebak dalam kontak tembak. Sambil menyelamatkan diri, Marie dan kawan-kawan ikut mengevakuasi warga sipil. Rasa takut dan brutalnya serangan, tak pernah menghentikannya, tetapi tidak kali ini. 

Adegan demi adegan tak membosankan menghiasi "A Private War", termasuk gambaran tentang kengerian perang, yang harus dialami ibu dan anak-anak. Pada satu bagian tersedihnya, digambarkan seorang ibu yang tidak bisa mengeluarkan ASI karena tertekan konflik. Di bagian lain, ditampilkan orang tua menangisi kepergian anak kecil untuk selama-lamanya setelah terkena ledakan bom. 

Penggemar drama dan religi, insan jurnalistik, dan publik pada umumnya akan terpuaskan menikmati penampilan luar biasa nominee Golden Globe Awards 2019 untuk Best Actress in a Motion Picture – Drama, Rosamund Pike. Bersiap-siap saja untuk sedih, terharu, dan merasa sangat berani sampai akhir.

 

 

(MEL)