RPJMN Kemenkes Masuki Tahun Terakhir
Tuesday, 12 February 2019
RPJMN Kemenkes Masuki Tahun Terakhir

Tangerang - Sekretaris Jenderal Kemenkes drg. Oscar Primadi, MPH mengatakan tahun 2019 adalah tahun terakhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Kemenkes. Perlu ada evaluasi dan strategi untuk mencapai target 2019, di antaranya mencapai cakupan kesehatan semesta (UHC) dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Maka, perlu kolaborasi pusat dan daerah dalam upaya peningkatan fasilitas kesehatan menuju UHC,” kata Oscar, Selasa (12/2) pada Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2019 di Tangerang.

Berbagai peningkatan kualitas kesehatan mulai dari kondisi kesehatan masyarakat, keberadaan fasilitas kesehatan, dan kepesertaan JKN nampak terlihat signifikan.

Terkait kondisi kesehatan masyarakat, misalnya dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) merupakan salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU).

Hal itu tercantum dalam RPJMN 2015-2019. Dari tahun 2015 cakupan terus meningkat dari 78,43% menjadi 80,61% (2016). Di tahun 2017, sampai dengan Desember menjadi 83,67%. Kemudian perNovember 2018, menjadi 73,50% ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan dan bersalin di Fasyankes.

Cakupan ini terus meningkat, mengingat data sampai akhir Desember 2018 masih dalam proses pengumpulan dari Pengelola program KIA di kabupaten/kota dan provinsi

Peserta yang hadir dalam Rakerkesnas sekitar 2 ribu orang dari seluruh Indonesia, terdiri dari kepala dinas kesehatan provinsi, kabupaten, dan kota, direktur rumah sakit daerah, stakeholder dan unsur dari Kemenkes.

Selain itu, pada UHC, Oscar mengharapkan UHC dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia ke depan. UHC tidak hanya soal cakupan kepesertaan JKN, tapi mencakup akses fasilitas kesehatan yang merata untuk masyarakat. (ANP)